October 21, 2026

Christina Margaretha Lateka Soroti Promosi Festival Danau Poso

0

POSO — Festival Danau Poso dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi etalase kebudayaan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian Christina Margaretha Lateka saat bersilaturahmi dengan pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Poso, Kamis (15/10/2026).

Dalam pertemuan yang digelar di Sekretariat DPC Gerindra Poso, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Christina menekankan pentingnya memperluas promosi dan publikasi agar daya tarik pariwisata Kabupaten Poso dapat menjangkau lebih banyak calon pengunjung.

Christina yang menjabat Ketua KPIR Kota Palu itu berpandangan bahwa kekayaan alam dan budaya Poso merupakan aset daerah yang perlu dikelola dengan pendekatan berkelanjutan. Potensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan karakter daerah sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Publikasi Menjadi Pekerjaan Penting

Menurut Christina, penyelenggaraan festival tidak cukup hanya mengandalkan pelaksanaan kegiatan di lokasi acara. Publikasi yang terarah diperlukan agar informasi mengenai agenda, daya tarik, dan potensi wisata Poso dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.

Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjangkau calon pengunjung dari berbagai daerah. Selain itu, kanal informasi lain juga dapat berperan dalam memperkenalkan festival kepada wisatawan yang belum mengenal potensi Kabupaten Poso.

Promosi yang konsisten berpeluang meningkatkan perhatian terhadap destinasi wisata setempat. Namun, upaya tersebut perlu ditopang penyelenggaraan acara yang berkualitas dan pengalaman kunjungan yang baik.

Christina berharap pengembangan festival dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan promosi, kesiapan pelaksanaan, serta keterlibatan masyarakat.

Peluang Usaha bagi Warga Lokal

Festival Danau Poso juga dipandang memiliki dimensi ekonomi yang penting. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi membuka kesempatan usaha bagi pelaku UMKM, penyedia kuliner, perajin, komunitas kreatif, dan masyarakat yang bergerak di bidang jasa.

Karena itu, Christina menilai pemberdayaan warga perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan pengembangan pariwisata. Masyarakat tidak semestinya hanya menjadi penonton, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengambil bagian dalam kegiatan dan menikmati manfaat ekonominya.

Produk lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata, sementara kreativitas generasi muda dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Poso melalui berbagai bentuk kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keterampilan pelayanan, kreativitas, pengelolaan usaha, dan kemampuan memasarkan produk merupakan bekal yang dibutuhkan agar pelaku usaha dapat bersaing.

Koordinasi Pemerintah Perlu Diperkuat

Selain publikasi, Christina menyoroti perlunya dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Danau Poso pada masa mendatang.

Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat dinilai perlu terus dibangun agar peluang dukungan terhadap pengembangan festival dapat diperjuangkan secara optimal.

Menurutnya, pengembangan kegiatan wisata membutuhkan kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab penyelenggara. Sinergi berbagai pihak dapat membantu memperkuat promosi sekaligus mendorong penyelenggaraan acara yang semakin menarik.

Christina berharap Festival Danau Poso ke depan dapat berkembang menjadi agenda yang mampu menarik lebih banyak pengunjung, memperkenalkan identitas daerah, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Silaturahmi Bahas Pembangunan Poso

Pandangan mengenai pariwisata tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi Christina bersama pengurus DPC Gerindra Poso pada 15 Oktober 2026. Pertemuan itu juga membahas penguatan UMKM, pengembangan kapasitas generasi muda, dan pemeliharaan kerukunan masyarakat.

Christina menilai kemajuan daerah membutuhkan masyarakat yang produktif sekaligus mampu menjaga hubungan sosial yang harmonis. Toleransi dan persaudaraan, menurutnya, merupakan fondasi yang perlu dipelihara di tengah keberagaman Kabupaten Poso.

Ia mengapresiasi peran komunitas lintas agama, kelompok pemuda, dan perkumpulan masyarakat dalam menjaga hubungan sosial yang baik.

Christina juga menyampaikan keinginannya untuk terus belajar dan memperluas pengalaman melalui komunikasi dengan para senior serta tokoh politik. Ia berharap silaturahmi tersebut dapat membuka ruang pertukaran gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Baginya, pengembangan pariwisata, penguatan ekonomi lokal, dan pemeliharaan persatuan perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, potensi Kabupaten Poso dapat dikembangkan tanpa mengabaikan peran masyarakat sebagai bagian utama dari pembangunan.

Find Me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *