JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Konsep pemerintahan muda akan segera menjamur pada level nasional dan dunia. Sejarah mencatat bagi Mc Iver, ketika kekuasaan ekonomi dapat sinergis dengan kekuasaan sosial maka akan lahir kekuasaan politik. Hari ini bangunan antar kelas sudah mulai hadir, perspektif dunia akan melihat pada potensi anak muda memimpin pemerintahan. Setidaknya Emmanuel Macron, Presiden Prancis termuda sepanjang sejarah Prancis memulai kembali bingkai yang saya sebut “Youth Government”.

Jauh sebelum lahirnya konsep “youth government” di Prancis kelak, sebetulnya di Indonesia sudah melahirkan beberapa fakta empirik, namun belum dalam level nasional, diantaranya Gubernur Lampung terpilih diusia 32 Tahun, Gubernur Jambi diusia 30 tahunan juga. Lantas konsep “Youth Government” masih dianggap sebelah mata? Anda salah. Beberapa landasan mengapa konsep “Youth Government” sudah dalam keniscayaan hadir. Diantaranya:

Pertama, adanya Bonus Demografi 2020-2030, upaya menghadapi bonus demografi ini harus direspon positif, terutama kalangan generasi Y dan Z yaitu generasi 80 dan 90an. Inilah yang diutarakan Soekarno berikan aku 10 pemuda maka akan ku “goncang dunia”, kalau pemuda tidak mengambil momentum ini maka “old government” akan selalu mendikte pemikiran anak muda kembali ke arah konservatif. Ingat konsepnya ketika kekuasaan ekonomi bersinergis dengan kekuasaan sosial maka akan lahir kekuasaan politik. Jangan lupa, bahwa anak muda hari ini sudah menggabungkan 2 konsep besar itu melalui “start up bussiness”, saya sebut ini konglemerasi sosial versi anak muda.

Kedua, adanya SDGs 2030, Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) akan membawa generasi Y dan Z menjaga dan berpartisipasi aktif dalam menjaga SDGs 2030, logikanya SDGs 2030 kalau yang mengontrol “Old Government” maka penciptaan 2045 sebagai tahun emas Indonesia akan sirna, ingat 1 generasi adalah 25 tahun maka start 2020 adalah langkah awal dan tepat dalam membentuk generasi emas 2045. Dan SDGs adalah sarana generasi muda membentuk “Youth Governemnt”.

Ketiga, Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mulai menetapkan usia dalam jangkauan menghadapi tantangan zaman itu, bagi yang melewatinya maka akan jangan harap dapat mengimbangi kecepatan gagasan dunia secara alamiah dalam membangkitkan “youth government”. Usia 30 tahunan sudah tercipta di Prancis, dan bisa jadi segera menjamur, lalu dimana pemuda Indonesia?

Oleh: R. Saddam Al Jihad

Mahasiswa Doktor Ilmu Pemerintahan

BAGIKAN

Komentar