Usai Dicekoki Miras, Pelajar SMP Digilir di Pematangan Sawah Hingga Larut Malam

2345
Ilustrasi

FOKUSUTAMA.COM – Nasib naas dialami oleh seorang pelajar SMP di Kulonprogo. Bagaimana tidak, diusianya yang masih terbilang sangat belia, siswi yang masih duduk di kelas VIII itu sudah mengalami tindak kekerasan seksual lantaran digilir oleh empat orang pemuda pegangguran di pematang sawah di dekat rumahnya, Rabu 3 Februari lalu.

Usai melakukan aksi bejatnya, ketiga pelaku yang masing-masing berinisial Ad (18), NN (21), dan RP (20) yang merupakan warga Karangsewu, Galur, kini ditahan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun satu pelaku lagi, yakni BC (17) tidak ditahan karena masih berstatus di bawah umur.

Kronologinya, korban yang diketahui berinisial SN (15). yang tengah les di sekolah dijemput oleh salah seorang pelaku AD di sekolahnya. Keduanya langsung menuju sebuah pos ronda di Ngremang, Karangsewu, Galur. Di tempat itulah korban bersama keempat pelaku melakukan pesta miras. Mereka menenggak minuman oplosan yang dibeli salah satu pelaku di warung. Akibat minuman itu, korban yang tengah mabuk dicabuli dan diperkosa oleh dua pelaku. Lataran ada orang yang sedang mencari ikan, aksi ini sempat terhenti.

Para pelaku selanjutnya membawa korban ke pematang sawah di wilayah Gupit, Karangsewu. Di tempat baru tersebut korban yang tidak berdaya dan terpengaruh minuman keras digilir para pelaku.

Sekira pukul 21.00 WIB, korban diantar pulang ke rumahnya. Orangtua korban lantas menanyai korban yang kala itu pulang malam. Apalagi korban juga menunjukkan perilaku yang agak aneh. Hingga akhirnya korban mengakui telah diperkosa para pelaku di bawah pengaruh minuman keras.

“Dua hari setelah kejadian, kami menerima laporan dan langsung ditindaklanjuti mengamankan para tersangka,” jelas Kapolsek Galur Kompol Gito Dwi S saat jumpa pers di Mapolres Kulonprogo, Senin (15/2).

Hebatnya lagi, salah satu pelaku, yakni AD, mengaku tidak sadar dengan perbuatannya lantaran saat itu sedang terpengaruh minuman keras oplosan. Aksi tak terpujinya itu pun diakunya sebagai aksi suak sama suka, lantaran menurutnya korban juga tidak menolaknya. Beberapa rekannya bahkan sudah mempersiapkan alat kontrasepsi yang dibeli di apotek agar korban bisa diperkosa tanpa resiko hamil.

“Saya tidak memaksa, dia juga mau,” kata AD. (NE)

 

Komentar