TNI AU Tangkap 5 WN Tiongkok Saat Ngebor Proyek Kereta Cepat Tanpa Izin di Halim

1636
Ilustrasi

FOKUSUTAMA.COM – Lima orang warga negara Tiongkok dan dua orang WNI pegawai PT WIKA ditangkap Tim Patroli TNI angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur di tepi jalan tol ruas Halim, KM 3,2, Rabu (27/4) pukul 09.45 WIB.

“Mereka kami amankan karena memasuki area Halim Perdanakusuma dan melakukan pengeboran proyek,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Wieko Syofyan saat dihubungi, Rabu (27/4).

Pengeboran yang dimaksud diduga kuat terkait dengan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang salah satunya melintasi jalur tersebut.

“Kami masih dalam tahap mencari keterangan, tapi ada indikasi kegiatan kelima WNA itu arahnya terkait proyek kereta cepat,” ujar Wieko seperti dilansir Aktual.com, Rabu (27/4).

Dicurigai Sebagai Mata-Mata Asing

WN Tiongkok yang didiuga adalah Tentara ditangkap di Halim Perdanakusuma
WN Tiongkok yang didiuga adalah Tentara ditangkap di Halim Perdanakusuma

Di tempat berbeda, Danlanud Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko mengatakan bahwa pasukannya mencurigai para perkerja tersebut adalah mata-mata.Dugaan itu makin kuat karena para pekerja itu mengenakan baju layaknya tentara, para pekerja itu juga tak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.

“Bajunya mirip-mirip tentara, tapi setelah diperiksa ini lebih ke masalah administrasi,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (27/4/2016).

Dugaan itu makin kuat karena para pekerja itu mengenakan baju layaknya tentara

Dari tujuh orang tersebut, dua orang merupakan pekerja PT Geosentral Minning, mitra dari PT WIKA yang mengerjakan proyek LRT. Sementara lima orang lainnya yang merupakan WN Tiongkok yang masing-masing bernama Guo Lin Zhong, Zhu Huafeng, Wang Jun, Cheng Qian Wu dan Xie Wu Ming saat ini telah diserahkan ke pihak imigrasi untuk diminta kelengkapan dokumennya jika masih mau bekerja di kawasan Lanud Halim.

Dirut Kereta Cepat ndonesia-China Tidak Mengakui

Sementara itu, Dirut Kereta Cepat Indonesia-China, Hanggoro Budi Wiryawan, belum bisa memberikan jawaban pasti.

“Saya nggak tahu. Setahu saya, orang China yang ada di saya tidak ada yang masuk Halim. mungkin orang lain. Sementara masih saya telusuri,” ucap Budi.

Untuk diketahui, stasiun keberangkatan destinasi awal untuk kereta cepat Jakarta-Bandung memang direncanakan akan dibangun dari Halim. (NE)

BAGIKAN

Komentar