TK Perguruan “Cikini” Siap Bela Negara?

724

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – TK Percik siap Bela Negara? Apa yang dapat dilakukan murid taman kanak-kanak? Bisa jadi, sebagian masyarakat masih “gagal paham” terkait pengertian Bela Negara. Seringkali Bela Negara sekadar diasumsikan dengan angkat senjata, pengerahan pemuda atau para sukarelawan, perang menjaga kedaulatan negara dan lain-lain. Apakah kondisi tersebut hingga kini masih relevan?

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Secara kontekstual adalah benar, Bela Negara berkaitan erat dengan keutuhan serta kedaulatan sebuah negara. Artinya jika terjadi sesuatu yang mengganggu kedaulatan negara wajib bagi kita untuk melawannya. Hal yang harus kita pahami saat ini adalah cara berperang yang sudah sangat berbeda. Memang masih terjadi gangguan-gangguan kedaulatan, mulai dari pencurian kekayaan laut hingga pelanggaran teritorial yang dilakukan oleh bangsa lain.

Namun di luar masalah cara-cara konvensional tersebut banyak sekali akses ataupun cara yang dapat dipergunakan untuk menghancurkan sebuah bangsa. Salah satunya adalah dengan merusak generasi penerus yang kelak akan melanjutkan eksistensi negara ini. Sebut saja peredaran narkoba yang marak di tengah masyarakat, ujung-ujungnya adalah masyarakat (baca: para pemuda) yang tidak lagi mampu berpikir logis, kritis dan cerdas karena yang ada di dalam benaknya hanyalah asyik dengan dunianya sendiri.

Peperangan dan penjajahan pun dilakukan dengan cara yang tidak kalah strategis, salah satunya adalah dengan membuat ketergantungan. Contoh konkritnya mudah untuk kita temui. Sebut saja mobil, motor atau kendaraan yang kita pergunakan sebagai sarana transportasi sehari-hari. Bisa dikatakan kesemuanya adalah barang buatan luar negeri. Bayangkan betapa kayanya negara pembuat kendaraan bermotor yang konsumennya adalah bangsa Indonesia. Bayangkan betapa kayanya kita kalau pembuatnya adalah negara Indonesia sendiri.

Itu adalah contoh-contoh kecil semata, yang muara jawabannnya adalah sama yaitu Bangsa Indonesia harus memiliki generasi muda yang cerdas, pandai dan berani melakukan perubahan atas kondisi yang sekarang terjadi. Ada beberapa hal mendasar yang menjadi titik awal kesadaran bersama yaitu ilmu pengetahuan, moralitas yang baik dan keberanian membangun jati diri. Ilmu pengetahuan akan melahirkan kepandaian dan kecerdasan yang sangat penting untuk menghadirkan segala bentuk inovasi maupun kreatifitas. Moralitas sangat penting untuk menjaga agar bangsa ini tidak tergelincir kedalam perbuatan yang tidak terpuji mulai dari korupsi sampai dengan sikap-sikap buruk lainnya. Sementara keberanian membangun jati diri sangat diperlukan agar kita berani mengambil sikap terhadap apapun yang menjadi kedaulatan negara. Tidak sekali-kali ada intervensi bangsa lain dalam bentuk apapun. Pendidikan seperti ini seharusnya ditanamkan sejak anak-anak berusia dini. Langkah paling awal adalah memberikan kesadaran akan pentingnya rasa cinta tanah air dan menanamkan disiplin kepada para siswa. Sikap disiplin inilah yang diperlukan untuk melatih konsistensi dalam berpikir dan bersikap untuk mengantarkan seorang anak menjadi manusia yang berhasil di kemudian hari.

TK Perguruan “Cikini” menyadari benar hal ini, maka dalam proses pembelajaran sehari-hari, sekolah yang berlokasi di Jalan Cikini Raya 74 – 76 ini memuat Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). Agar arah pembinaan menjadi jelas, kegiatan ini melibatkan Korps Menwa Indonesia yang menerjunkan pelatih maupun instruktur dalam program kegiatan ini. Tentu saja materi maupun metodenya disesuaikan dengan kondisi anak-anak usia TK.

Taman Kanak kanak adalah tempat bermain yang menyenangkan, Pada Taman kanak kanak anak dirangsang agar memiliki kematangan ilogenetik. Stimulasi pendidikan yang diberikan di TK belum berbentuk wajib belajar, namun baru taraf pengenalan dan suka belajar serta merangsang mental anak agar siap belajar. kurikulum TK Percik dirancang sedemikian rupa sehingga menarik dan dapat memotivasi anak untuk mengembangkan segenap kemampuan dasarnya. Semuanya berpusat pada anak.

Demikianpun dengan materi Bela Negara. “Hal ini kami anggap penting karena Pendidikan bela Negara sangat erat kaitannya dengan penanaman cinta tanah air sejak usia dini”, demikian papar Ricka Krisdiana, S.Pd, Kepala TK Percik. PPBN dilakukan melalui kegiatan upacara bendera serta penghormatan bendera Merah Putih yang diadakan secara rutin. Sepanjang upacara para siswa dilatih untuk bersikap tegak dan disiplin. Rangkaian kegiatan lainnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan juga lagu-lagu wajib yang secara bertahap harus dihafalkan para siswa, penguasaan teks Pancasila, serta memperingati hari besar nasional seperti: Hari Pendidikan Nasional, Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Pahlawan, Hari Kartini serta hari besar Nasional lainnya. Kegiatan lain adalah mengadakan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana, seperti mengenalkan gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada Peringatan Sumpah pemuda melalui kegiatan Gebyar Budaya Nusantara, serta mengunjungi museum terdekat.

Hal yang tidak kalah penting adalah metode maupun pendekatan. Bagi anak-anak TK yang sedang dalam masa-masa bermain, maka pendekatan pendidikan dilakukan dengan cara yang sesuai seperti mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran, menghadirkan pendongeng untuk memberikan pemahaman kepada siswa melalui dongeng yang bertemakan kebangsaan. Materi pendidikan juga bisa diintegrasikan dalam tema tema pelajaran serta melalui pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyayangi sesama teman, menghormati teman yang keyakinan dan suku bangsanya berbeda, menyanyangi makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa, sabar menunggu giliran, suka menolong dan lain sebagainya.

Tujuan dari PPBN TK Percik adalah mengenalkan anak mengenai berbagai macam suku, agama ,ras, budaya, dan golongan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Namun hal itu bukan menjadi suatu perbedaan di dalam bangsa Indonesia untuk kehidupan bermasyarakat seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika. meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada anak adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, yang dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara dalam kehidupan bermasyarakat.Serta untuk mewujudkan jiwa nasionalisme. (hp)

BAGIKAN

Komentar