Tingkat Konsumsi Tinggi, Membuat Ekonomi RI Tumbuh

269
Ilustrasi

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Di tahun 2016 tingkat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02%. Jumlah tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 yang hanya sebesar 4,79%.

Melihat tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain, ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik. Konsumsi domestik yang tinggi sebagai penopang utama laju pertumbuhan ekonomi.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara di regional atau dunia 5% sudah cukup tinggi. Indonesia saat ini karena andalkan permintaan domestik,” kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Yoga Affandi dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Sabtu (18/2/2017).

Konsumsi rumah tangga tercatat terus tumbuh di setiap kuartal 2016 lalu. Sedangkan, konsumsi pemerintah sempat turun karena pemangkasan anggaran.

Namun di sisi lain, pemangkasan anggaran tahun lalu memberikan dampak positif terhadap fiskal APBN 2016. Porsi APBN dibuat lebih realistis dari segi penerimaan dan pengeluaran.

“Fiskal konsolidasi tahun lalu ada pemotongan APBN yang tujuannya membuat APBN lebih realistis kredibilitas makro kita,” tutur Yoga.

Selain itu, harga komoditas non migas juga menguat hingga 10,2% sampai awal tahun ini. Kenaikan harga komoditas non migas tersebut juga ikut mempengaruhi laju pertumbuhan.

“Kita lihat di 2016 harga komoditas secara umum non migas 4,6%. berbagai harga kita pantau 8% sekitar 10,2%, yang cukup fantastis batu bara 21,5% setelah 2015 tumbuh 5,9%,” kata Yoga. (NC)

SUMBERDetik.com
BAGIKAN

Komentar