Terkait Kasus yang Menerpa Novanto, PAN Sarankan Golkar Objektif

49
Yandri Susanto

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengatakan, pengurus Partai Golkar mesti objektif dalam menyikapi kasus hukum yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Ia pun menilai, dengan ditahannya Novanto, sudah cukup dalam mengganti pimpinan DPR.

Selain itu, pihaknya menghormati keputusan Golkar untuk mempertahankan Novanto sebagai ketua umum. Namun, Golkar harus pertimbangkan juga bagaimana martabat DPR secara kelembagaan.

“Hak Golkar (mempertahankan Novanto), tapi sebaiknya melihat kondisi yang objektif bahwa hari ini Novanto tidak bisa apa-apa,” kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (22/11).

Yandri menambahkan, Golkar harus lebih bijak dalam menunjuk Ketua DPR yang baru. Karena DPR bukan milik satu partai.

“Golkar tolong pikirkan martabat lembaga yang sangat kita hormati ini. Saya yakin banyak kader Golkar yang hebat dan bisa melanjutkan kepemimpinan Novanto,” ujar Yandri.

Dalam hal ini, keinginan Novanto yang bertahan menjadi Ketua DPR telah menahan lembaga yang citranya mulai redup.

“DPR itu wakil rakyat dan bukan hanya Golkar, ada fraksi-fraksi lain. Komentar pengamat, rakyat, alangkah baiknya Golkar memproses pergantian Novanto dan kita minta Novanto berkonsentrasi menghadapi masalah hukumnya,” tegas Anggota Komisi II DPR ini.

Sebelumnya, Novanto mengirim surat kepada pimpinan DPR. Ia meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk tidak melangsungkan rapat pleno terkait kasus yang menerpa dirinya.

“Untuk sementara waktu tidak diadakan rapat pleno sidang MKD terhadap kemungkinan menonaktifkan saya, baik selaku ketua DPR RI maupun selaku anggota dewan,” tulis Novanto dalam surat, Selasa (21/11).

Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo pun membenarkan jika surat dengan tulisan tangan bermaterai Rp 6 Ribu dikirim juga ke DPP Partai Golkar. “Selain ke DPP, juga ke DPR,” kata Indra. (YJ)

Komentar