Tak Dukung Ahok, Kader Golkar Akan Terima Sanksi

605

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Sekjen Partai Golongan Karya (Golkar), Idrus Marham mengakui ada sebagian kader partainya yang membangkang dari keputusan mendukung pasangan Basuki T.Purnama-Djarot Syaiful Hidayat dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Idrus memastikan akan ada sanksi bagi para kader yang membangkang itu. Penegasan tersebut disampaikan Idrus dalam Pertemuan Nasional I Legislatif dan Eksekutif Partai Golkar di Jakarta, Selasa (27/9).

Seluruh kader Partai Golkar harus mengikuti kebijakan partai. Idrus menambahkan bahwa penegakan disiplin harus dilakukan kepada kader yang tak menjalankan instruksi partai, demi menjaga partai pohon beringin itu agar tetap solid.

Sementar itu, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto membenarkan akan memberi sanksi kepada kader yang tidak mendukung pasangan Ahok-Djarot. “Golkar sudah tegas dukung Ahok-Djarot. Tidak ada yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto membenarkan akan memberi sanksi kepada kader yang tidak mendukung pasangan Ahok-Djarot. “Golkar sudah tegas dukung Ahok-Djarot. Tidak ada yang lain,” tegasnya.

Menurut Setya, tidak boleh ada lagi perdebatan soal dukungan terhadap Ahok dan Djarot. Dukungan itu telah sah dalam rapat partai dan dimulai dari tingkat DPD DKI Jakarta. Oleh karena itu, setiap kader harus mengikuti. “Nanti ada sanksi. Pasti itu,” tegas Novanto. (zz)

Komentar