Spanyol dan Catalonia, Perseteruan Kian Memanas

176
Carles Puigdemont dan Felipe VI

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Pemerintah Spanyol menolak untuk mediasi terkait kemerdekaan Catalonia. Kedua faksi ini menunjukan sikap berseberang dalam setiap perseteru.

Namun demi meminimalisasi kebuntuan antara faksi separatis di wilayah timur laut dan faksi Madrid, Uni Eropa mendesak digelarnya perundingan.

Akhirnya para pemimpin Catalonia mengatakan, mereka dapat secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan mulai Senin.

Bahkan dipertajam dengan pernyataan keras Presiden Catalonia yang mengecam intervensi Raja Felipe VI.

Akan tetapi, Pemerintah Spanyol menolak perundingan untuk mencari solusi dalam polemik ini.

“Pemerintah tidak akan menegosiasikan sesuatu yang ilegal dan tidak akan menerima pemerasan.” Demikian pernyataan tertulis dari kantor Perdana Menteri Mariano Rajoy dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (5/10/2017).

“Negosiasi dalam demokrasi hanya memiliki satu cara, jalan hukum,” demikian penegasan dalam pernyataan itu.

Dalam pernyataan selanjutnya, perseteruan tersebut dianggap sebagai krisis politik terburuk di Spanyol dalam beberapa dasawarsa.

Sementara, aksi polisi Spanyol yang mengalahkan tentara Catalan yang tidak bersenjata saat mengambil bagian dalam referendum, memicu kekhawatiran global.

Presiden Catalonia Carles Puigdemont menyebut kebijakan pemerintah pusat sebagai bencana.

Dia memandang, para pemimpin wilayah tersebut yang terus berupaya untuk melepaskan diri dari Spanyol, membuat Madrid marah, dan meningkatkan risiko kerusuhan lebih lanjut. (NC)

BAGIKAN

Komentar