Sekarang Swasta Boleh Jual Listrik ke Konsumen

1677
The Marine Corps?first wind turbine provides 10 percent of Marine Corps Logistics Base Barstow抯 total electricity needs. The project cost more than six million dollars and was completed during March 2009.

FOKUSUTAMA.COM – Investor swasta atau independent power producer (IPP) takkan lama lagi diizinkan menjual listrik secara langsung ke konsumen, terlebih di daerah pelosok atau pedesaan yang sampai saat ini belum tersentuh listrik. Regulasi teknis tersebut saat ini sedang dimatangkan Kementerian ESDM.

Hingga saat ini, swasta hanya memegang peluang membangun pembangkit listrik yang produksinya disalurkan ke PT PLN melalui skema jual beli listrik (power purchase agreement). Produksi listrik itu kemudian masuk ke dalam jaringan PLN dan baru dijual ke industri dan rumah tangga.

“Kami sedang menyelesaikan peraturan menteri karena kita punya target meningkatkan rasio elektrifikasi di atas 95% pada 2019 sehingga perlu ada keterlibatan swasta. Pemerintah tidak bisa sendiri,” tutur Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam DBS Asian Insight Conference 2019 di Jakarta, Kamis (17/11).

Keterlibatan swasta, sambung Jonan, sangat hendaknya mendorong skala elektrifikasi khususnya di Indonesia bagian Timur. Saat ini, dari total 2.519 desa yang belum memperoleh akses listrik sama sekali, mayoritas lokasinya di Papua yaitu berjumlah 2.376 desa. Adapun, jumlah desa yang sistem kelistrikannya belum bisa menyala selama 24 jam sebanyak 10.140 desa.

Mengenai tarif, Jonan mengungkapkan pemerintah akan membuat rumusan tarif penjualan listrik yang tetap ekonomis bagi IPP. Pembangkit listrik di wilayah terpencil, kata dia, lebih tepat bila memanfaatkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) agar biaya operasionalnya lebih ekonomis.

Daerah pelosok atau perbatasan, menurut Jonan, hanya memerlukan pembangkit berkapasitas rendah asal kontinuitasnya terjaga. “Sebenarnya kapasitas kecil saja, misalnya kurang dari 1 megawatt dengan investasi sekitar US$200 ribu. Itu bisa mengaliri satu kecamatan dengan dibangun kabel sendiri dan transmisi tegangan rendah,” imbuhnya.

Jonan menekankan pemerintah akan menawarkan wilayah yang belum terjangkau PLN, kepada investor. Dengan begitu, investor akan masuk ke jaringan off grid dan tidak mengganggu ranah kerja PLN. (MFA)

SUMBERMedia Indonesia
BAGIKAN

Komentar