PT Freeport PHK Karyawan yang Mogok Kerja

325

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – PT Freeport Indonesia melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 178 karyawannya hingga 9 Mei 2017, pasca aksi mogok karyawan perusahaan tersebut sejak sebulan yang lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat (Disnakertrans-PR) Mimika Septinus Soumilena di Timika, mengatakan sebanyak 178 karyawan yang di PHK itu berada di lingkungan PT Freeport (belum termasuk perusahaan privatisasi dan kontraktor).

Menurut Soumilena, karyawan yang telah di PHK oleh PT Freeport, kartu identitasnya sudah dicabut dan sudah ditutup rekening gajinya. “Mereka umumnya hanya mendapat pesangon sebesar gaji pokok atau berkisar Rp13-16 juta,” ujarnya.

Soumilena menambahkan,”Kecuali 29 karyawan dari total 178 karyawan yang di-PHK sama sekali tidak mendapat apa-apa karena mereka dalam posisi mengambil kredit,”.

Soumilena mengatakan manajemen PT Freeport menyatakani harus melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya yang memang memiliki catatan buruk di perusahaan, terutama karyawan yang sebelumnya sudah mendapat peringatan pertama, kedua, dan seterusnya.

“Kalau misalnya dia hanya ikut mogok karena intimidasi oleh kelompok lain, tidak masalah, silahkan kerja kembali. Lain halnya kalau memang karyawan bersangkutan memiliki catatan buruk di perusahaan. Misalnya sudah mendapat ‘warning’ 2 berarti sudah pasti di-PHK,” tuturnya.

Menurut Soumilena, saat ini sekitar 2.700 total karyawan yang melaksanakan mogok kerja khususnya di lingkungan PT Freeport, belum termasuk karyawan di perusahaan privatisasi dan kontraktor dari 14 Pengurus Unit Kerja (PUK) SPSI.

“Kami sudah konfirmasi ke salah satu perusahaan yaitu PT Trakindo, mereka sampaikan bahwa pihaknya bagian dari PUK SPSI tetapi tidak menyuruh karyawan ikut mogok kerja. Kalaupun ada yang ikut, itu atas insiatif mereka sendiri,” ujarnya. (NC)

Komentar