Proyek Besar E-KTP, KPK Tak Mau Gegabah Jerat Kembali Setya Novanto

48
Setya Novanto

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak ingin gegabah.

Pasalnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan, sejauh ini KPK masih terus pelajari dokumen dan berkas putusan praperadilan yang dimenangkan oleh Setya Novanto.

“Kami tidak mau nanti (Setnov ditetapkan sebagai tersangka), kemudian praperadilan lagi,” kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10).

“Kami mau yang sangat detail dan penyidik yakin dengan itu semuanya, baru kami akan maju.” jelasnya.

Basaria pun menyatakan, kehadiran Setnov sebagai saksi sangat penting untuk mengklarifikasi terkait sejumlah keterangan dari tersangka lain.

Sebelumnya, Setnov dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang ditaksir sebesar Rp 2,3 triliun, pada 17 Juli 2017. Namun, setelah menang di praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 29 September lalu, Ia gugur dinyatakan berstatus tersangka.

Di lain sisi, berdasarkan surat dakwaan Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ia menyebutkan, Setnov sebagai dalang dalam mengatur proyek e-KTP. Setnov juga disebut menerima jatah Rp 574 miliar dari proyek tersebut.

Saat Setnov hadir dalam persidangan Irman dan Sugiharto, Ia membantah telah menerima sejumlah uang dari proyek e-KTP. Setnov juga mengaku mengenal Andi Narogong hanya terbatas pada urusan pembelian kaos untuk Partai Golkar.

Dalam penetapan kembali status tersangka atas subjek hukum yang telah memenangkan praperadilan, MK menyatakan hal tersebut boleh dilakukan. (NC)

Komentar