Prof Bachtiar Aly: Generasi Muda Harus Mengerti Sejarah Bangsa

70

FOKUSUTAMA.COM – Pimpinan Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Profesor Bachtiar Aly menyatakan Indonesia bukanlah negara gagal sebagaimana banyak analis membuat perhitungan pesimistis terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski di sana sini terjadi berbagai perubahan dibarengi dengan pergantian kekuasaan, tetapi Indonesia masuk kategori negara dengan masa depan cerah.

Mantan Duta Besar RI untuk Republik Demokratic Mesir di era kepemimpinan Presiden Husni Mubarak ini menyatakan upaya melakukan pendidikan kesadaran bangsa perlu terus dilakukan khususnya kepada generasi muda agar mereka mengerti sejarah bangsa dan memiliki kebanggaan, nasionalisme dan usaha untuk meneruskan cita cita para pendiri bangsa.

“Sosialisasi Empat Pilar merupakan upaya untuk memberikan kesadaran kepada generasi muda khususnya tentang pentingnya mengkaji nilai nilai bangsa yang menjadi dasar terbentuknya bangsa dan negara Indonesia”, ujar Bachtiar Aly dalam Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan Indonesian Network for Social and Economic Development (INSED) di Kantor INSED Jalan Cibitung III, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2018).

Bachtiar menyatakan bahwa upaya melakukan sosialisasi empat pilar adalah salah satu contoh dimana aktivitas dan program yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Orde Baru dan dihapuskan akan tetapi kembali dihidupkan dengan bentuk yang lain di era reformasi.

“Tidak semua yang dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya harus dihapuskan oleh pemimpin berikutnya hanya karena berganti kekuasaan. Banyak hal baik yang bisa dicontoh dan diteruskan jika memang bermanfaat untuk bangsa dan negara”, ujarnya.

Bachtiar mencontohkan program Posyandu yang dulu diselenggarakan di era Orde Baru dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat tetapi terlanjur dihapuskan ketika era reformasi. Hal seperti ini menurutnya perlu diteruskan agar manfaatnya bisa dirasakan kembali oleh masyarakat. Demikian juga dengan suara-suara yang ingin mengembalikan GBHN sebagai haluan dalam menjalankan program negara. Dua contoh tersebut menunjukkan bahwa banyak hal positif di masa lalu yang bisa diterapkan kembali di era sekarang.

Sosialisasi Empat Pilar diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan serta masyarakat di sekitar kawasan Petogogan Jakarta Selatan. Meski berlabel kegiatan sosialisasi empat pilar, Prof Bachtiar yang memiliki berbagai pengalaman di dunia akademik maupun birokrasi juga memberi kesempatan seluasnya kepada peserta untuk berdialog tentang berbagai masalah. Bahkan ada peserta yang menyampaikan keluhan meminta bantuan karena anaknya ditangkap polisi, serta dialog santai namun tetap serius lainnya.

Bachtiar Aly juga berpesan agar masyarakat berhati-hati menghadapi serbuan budaya pop yang terus menerus menyerbu masyarakat melalui kemajuan teknologi informasi. Banyak budaya yang masuk ternyata adalah produk “sampah” yang di negera asalnya tidak laku tapi dijual murah ke Indonesia melalui industri hiburan. ” Makanya jangan terlalu tegang (serius) dengan budaya asing. Yang terbaik adalah mengembangkan budaya milik bangsa kita sendiri”, pesannya. (t)

BAGIKAN

Komentar