Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) Resmi Lantik Heru Winarko sebagai Kepala BNN Pengganti Budi Waseso (Buwas)

205
Suasana pelantikan kepala BNN heru winarko

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Heru Winarko resmi menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas) yang telah pensiun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini resmi melantik Heru Winarko menjadi kepala BNN yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Oktober 2015.

“Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik”

Presiden Jokowi memiliki penilaian sendiri dalam memilih Heru Winarko sebagai kepala BNN, menurut latar belakangnya telah menunjukan bahwa dia mampu untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai kepala BNN kedepan.

“Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik” Kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, (01/03).

Kemudian Jokowi berharap kedepan nanti BNN menjadi lembaga yang lebih profesional dari sebelumnya. “Kita ingin BNN memiliki standard-standard yang baik seperti yang Pak Heru sudah terapkan di KPK. Ada standard-standard yang dibawa dari KPK ke BNN” kata Jokowi.

“Ada standard good governence dan standard tata kelola organisasi” lanjut Jokowi.

Selanjutnya Heru Winarko memberikan pandangannya terkait dirinya yang bertugas sebagai kepala BNN, bahwa kedepan nanti program-program yang telah dirancang oleh Buwas akan disempurnakan.

“Saya akan lanjutkan apa yang jadi kebijakan Pak Budi Waseso dan tentu selain kita lanjutkan, kita tingkatkan juga, bagaimana pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi yang sesuai undang-undang, yang menjadi beban dan tugas tanggung jawab BNN bisa dilaksanakan secara optimal” kata Heru Winarko usai pelantikan di Istana, Jakarta, (01/03).

Lebih lanjut dia mengatakan, mengharapkan adanya bantuan dari sejumlah pihak dalam pemberantasan narkoba di tanah Air, sebab narkoba merupakan musuh bersama.
“Tentu juga saya mengharapkan bantuan semua pemangku kepentingan, masalah pemberantasan narkoba ini bukan hanya tanggung jawab BNN, tapi semua. Semua instansi semua warga negara di Indonesia ini. Bahwa narkoba musuh kita bersama” Ujarnya.

Dia juga mengharapkan integritas KPK masuk kedalam BNN dengan penyesuaian-penyesuaian. (TYL)

Komentar