Polisi Temukan Bukti Transfer Aliran Dana Terkait Upaya Makar

835
Martinus Sitompul

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Polisi menemukan adanya bukti transfer di perbankan antarpihak yang diduga bekerja sama untuk mendanai rencana makar dalam aksi 2 Desember, Jumat pekan lalu (2/12).

Martinus Sitompul Kepala Bagian Penerangan Umum Polri mengatakan bahwa bukti yang ada di perbankan itu salah satu bukti tambahan terkait kasus dugaan makar yang menjerat 10 tersangka.

“Saat ini sudah ditemukan bukti transfer. Ini menjadi bagian tambahan barang bukti,” ungkap Martinus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

“Polisi menemukan adanya bukti transfer di perbankan antarpihak yang diduga bekerja sama untuk mendanai rencana makar”

Lebih lanjut Martinus menyatakan, setelah ini penyidik pun akan menelusuri lebih dalam mengenai temuan bukti transfer perbankan itu. Penyidik akan mengungkap sumber dana dan pihak yang menerima dari aliran perbankan itu.

Selain itu, Martinus menambahkan, penyidik juga menemukan barang bukti tambahan lainnya berupa dokumen. Menurutnya, barang bukti baru itu akan digabungkan dengan yang sebelumnya telah ditemukan untuk mendapatkan sebuah konstruksi hukum.

“(Sebelumnya) ada video yang diupload, kemudian ada pemberitaan yang berisi tentang pernyataan ajakan, kemudian bukti transfer dari seseorang ke orang lain,” kata Martinus.

Pekan lalu, Polri menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka kasus dugaan melakukan makar maupun penghinaan terhadap Presiden, beberapa jam sebelum Aksi 212 berlangsung di kawasan Monas.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan jahat untuk melakukan makar.

Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan kakak beradik Rizal dan Jamran. Dua nama terakhir juga dijerat Pasal 28 UU ITE.

Selain 10 tersangka makar, musisi Ahmad Dhani ikut ditangkap dengan jeratan pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa. (NC)

BAGIKAN

Komentar