Polda NTB Sebarkan Hoax, HMI: Mencederai Jargon Polri

86

Jakarta,- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai, tidak sepatutnya aparat penegak hukum menyebarkan berita hoax. Pasalnya, hal itu tidak sesuai dengan jargon Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yakni, Profesional, Modern, Terpercaya.

“Sangat miris ketika masyarakat gencar kampanye untuk lawan hoax, tetapi dari aparat penegak hukum sendiri yang membuat dan menyebarkan berita hoax,” kata Pengurus Badko HMI Jabodetabeka-Banten Rajib Ridwan, saat dikonfirmasi, pada Sabtu (18/07/2020).

Pada kasus itu, Rajib mengatakan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri harus menindak tegas oknum-oknum Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tidak bertanggung jawab. Harus cepat mengambil tindakan dan memanggil Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal untuk meminta keterangan dan maksud dari video tersebut.

“Kami juga sudah memasukan laporan kepada Propam Polri,” ujarnya.

Ia juga berharap, Kaplori Idham Azis mencopotnya karena dinilai mencoreng Institusi Polri. “Ini sangat disayangkan dan sangat mencoreng institusi Kepolisian” pungkasnya.

Seperti diketahui, ditengah issue Papua yang sangat sensitif seperti ini ada oknum dari Polda NTB yang mencoba menyebarkan berita hoax. Polda NTB telah mencoreng citra Kepolisian Republik Indonesia. Lewat Bidang Humas Polda NTB telah menyebarkan berita bohong melalui video yang diunggah. Di dalam video tersebut terdapat seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Mataram yang disuruh memalsukan identitas dengan cara mengaku bahwa dirinya adalah mahasiswa yang berasal dari putera Papua.

Berselang tiga hari setelah pernyataan tersebut dimuat dan disebar lewat Humas Polda NTB, mahasiswa tersebut mengklarifikasi dan meminta maaf atas tersebarnya video. Ia mengungkapkan bahwa dirinya disuruh oleh oknum dari Polda NTB untuk mengaku sebagai putera Papua. (TN)

BAGIKAN

Komentar