Pertumbuhan Ekonomi Jalan Ditempat, JK Justru Salahkan Pemda

1028
Muhammad Jusuf Kalla

FOKUSUTAMA.COM – Melambatnya angka pertubuhan ekonomi Indonesia di era pemerintahan Jokowi-Jk memang bukanlah hal baru. Akan tetapi, menaggapi hal ini, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla justru berpendapat bahwa dalam hal ini yang harus disoroti adalah Pemerintah Daerah (Pemda) yang belum bekerja maksimal.

Pasalnya dengan dana yang disebar cukup besar, namun pertumbuhan ekonomi di daerah masih kecil. Terbukti dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2016 hanya sebesar 4,92 persen.

JK menjelaskan, transfer dana ke daerah saat ini naik 350 persen jika dibandingkan 2006. Namun peningkatan besaran dana tersebut nyatanya belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan perekonomian di daerah.

Anggaran pembangunan naik empat kali. Tapi pertumbuhan eKONOMINYA tidak sebesar itu.

“Saya ingin sampaikan dalam waktu 10 tahun transfer pusat ke daerah naik 350 persen. 2006 sebesar Rp220 triliun tahun ini Rp770 triliun. Tapi transfer ke daerah pertumbuhan ekonominya kita tidak setara jumlah anggaran itu. Anggaran pembangunan naik empat kali. Tapi mencapai pertumbuhan tidak sebesar itu,” tuturnya di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/5).

Menurut JK, banyak hal yang membuat pertumbuhan ekonomi di daerah tidak sesuai yang diharapkan. Salah satunya inflasi, utang yang harus dibayar serta ongkos pemerintahan yang tinggi.

Oleh karena itu pemerintah pusat mengimbau daerah untuk melakukan efisiensi. Salah satunya dengan tidak menambah pegawai dan menambah kantor baru dalam bentuk apapun.

“Saya minta daerah efisien dalam pemerintahan, maka pertumbuhan kesejahteraan akan naik.” Pungkasnya. (NE)

BAGIKAN

Komentar