Perselisihan Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, Pemerhati Perhubungan Transportasi Menilai Merugikan Negara

88

Jakarta, Ketua Forum Pemerhati Perhubungan Transportasi M. Julfiqar, mengemukakan pendapatnya terkait hubungan dua maskapai penerbangan Indonesia yaitu antara Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.

Julfiqar menilai, bahwa hubungan tersebut akan memberikan dampak terhadap konsumen. Sehingga kedua perusahaan tersebut dinilai akan merugikan negara. “Perselisihan ini saya nilai akan merugikan banyak pihak terutama konsumen itu sendiri, dan dari situ akan berpengaruh terhadap negara,” katanya, saat dihubungi Fokusutama.com, Rabu (27/11/2019).

Kedua perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia itu seharusnya berusaha untuk memaksimalkan pelayanan, Julfiqar juga mengatakan, bahwa perusahaan Garuda sebagai salah satu BUMN seharusnya bisa menata manajemennya dalam mengurus rumah tangganya sendiri. “Pelayanan dalam perusahaan manapun itu sangat penting, apa lagi Garuda sebagai BUMN harus mampu memberikan contoh dalam mengurus rumah tangganya,” ujarnya.

Kemudian Julfiqar memberikan komentarnya terkait kesalahan dalam laporan keuangan Garuda beberapa dasawarsa lalu, memberikan pandangan yang serius bahwa perusahaan Garuda tersebut bisa terindikasi adanya permainan atau penyelewengan dalam pengelolaan perusahaan. “Beberapa lalu Garuda pernah salah dalam menyusun laporan keuangan, sekarang bermasalah dalam pengelolaan kerja sama. Takutnya ada indikasi penyelewengan atau permainan dalam pengelolaannya,” tegasnya.

Selanjutnya Ia berpesan kepada Kementrian BUMN, Kementrian Perhubungan, dan Kementrian Keuangan untuk bisa memberikan perhatian dalam manajemen dan pengelolaan PT. Garuda demi menjaga stabilitas kedua maskapai penerbangan tersebut. “Saya sangat berharap kepada Kementrian yang terkait yaitu Kementrian BUMN, Kementrian Perhubungan, dan Kementrian Keuangan RI untuk dapat mengawasi dan melerai konflik yang ada sekarang didalam kedua maskapai tersebut,” pungkasnya. (HB)

BAGIKAN

Komentar