Perpres Tentang TKA, Moeldoko: Jangan Jadi Bangsa yang Penakut

139
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Perpres 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) di kepemimpinan Presiden Joko Widodo menuai polemik. Secara umum, salah satu yang menentang kebijakan Perpres itu dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dengan menggandeng Yusril Ihza Mahendra sebagai advokat.

“Moeldoko: Jangan jadi bangsa yang serba ketakutan”

Namun di dalam pendidikan, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan rancangan dalam mendatangkan TKA (dosen asing) guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Ke depannya, diharapkan dosen asing bisa berkolaborasi dengan PTN dan PTS guna membangkitkan iklim pendidikan yang lebih baik, khususnya dalam hal penelitian,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, dalam memandang kebijakan terkait TKA yang dibuat, pemerintah mengajak ke konteks yang positif. Selain itu, Moeldoko tetap memberikan perlindungan dan pengutamaan bagi warga Indonesia terutama dalam ketenagakerjaan.

“Jangan jadi bangsa yang serba ketakutan,” katanya.

Moeldoko pun menilai, masyarakat yang khawatir dengan terbitnya kebijakan tersebut harus diluruskan. Karena pandangan mereka terdistorsi isu dengan semakin banyaknya TKA yang bekerja pada sektor kerja kasar.

“Tidak mungkin mereka kesini hanya untuk kerja rendahan yang gajinya ikut Indonesia. Kekhawatiran ini karena kita difeeding adanya gambaran di video, karena pakaiannya semrawut maka diangkat tenaga kerja kasar,” jelasnya. (TYL)

Komentar