Penjelasan Sri Mulyani Terkait Pemotongan APBN 2016

736
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut langkah pemerintah memotong anggaran kementerian dan lembaga (K/L) pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2016 agar terjadi keseimbangan antara penerimaan negara dengan belanja negara.

“Saya bukan tukang jagal, saya orang baik-baik saja. Persoalan dalam pengelolaan keuangan sama seperti ekonomi rumah tangga, yakni menyeimbangkan kebutuhan rumah tangga belanja dan berapa banyak penerimaan,” ujar Sri Mulyani, atau yang akrab disapa Ani.

Ani menambahkan, penerimaan negara 2016 tidak akan mencapai target sebesar Rp1.786,2 triliun, melainkan hanya mencapai Rp1.500 trilun dengan belanja negara sebesar Rp2.082,9 triliun.

Dengan hasil tersebut, defisit anggaran akan semakin besar dan akan berdampak pada membengkaknya utang negara.

Pemerintah, menurut Ani, harus mencari cara untuk mengecilkan defisit anggaran tersebut. Salah satunya, dengan menerbitkan surat utang. “Pemerintah tidak selalu baik mengelola keuangan. Sumber pertama kita perlu mengembalikan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya.

“Saya bukan tukang jagal, saya orang baik-baik saja. Persoalan dalam pengelolaan keuangan sama seperti ekonomi rumah tangga, yakni menyeimbangkan kebutuhan rumah tangga belanja dan berapa banyak penerimaan,”

Ani mengungkapkan, anggaran yang dipotong merupakan hal yang tidak prioritas, seperti perjalanan dinas.

Mei 2016 lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2016 tentang langkah-langkah penghematan dan pemotongan belanja K/L dalam rangka pelaksanaan APBN TA 2016. (zz)

 

BAGIKAN

Komentar