Penggunaan Teknologi Virtual Reality pada Pasien Pasca Stroke sebagai Refleksi Nawacita Presiden

774
Ilustrasi

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Stroke merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat setiap tahun dan masih menjadi permasalah global. Pernyataan tersebut sesuai dengan hasil  riset  kesehatan  dasar  tahun  2013  dimana  prevalensi  stroke  meningkat menjadi 12,1/ mil yang sebelumnya pada riskesdas 2007 sebesar 8,3. Stroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dan setiap kejadian stroke selalu menyebabkan kondisi disabilitas.

Tidak semua kejadian stroke menjadi penyebab kematian, sebagian pasien pasca stroke dapat pulih secara sempurna dan tidak sedikit yang meninggalkan gejala sisa seperti hemiparese atau dikenal dengan kelemahan separuh badan.  Kondisi hemiparese tersebut menyebabkan keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari termasuk menggunakan anggota gerak atas. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak tenaga kesehatan termasuk fisioterapi untuk membantu kembali mengembalikan gerak fungsionalnya.

Disinilah peran fisioterapi sebagai pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki kewenangan untuk mengembalikan gerak dan fungsi tubuh berdasarkan skill,  knowledge  serta  evidence based practice. Dengan  perkembangan  zaman yang semakin maju, fisioterapi dalam melakukan pelayanannya terhadap pemulihan   gerak   fungsional   anggota   gerak   atas dapat dibantu dengan kecanggihan teknologi. Dalam sebuah penelitian meta analisis, teknologi yang dapat digunakan untuk membantu pasien pasca stroke untuk melakukan pembelajaran kembali terhadap fungsi-fungsi motorik anggota gerak atas adalah teknologi virtual reality.

Teknologi virtual dinilai mampu meningkatkan fungsi anggota gerak atas dengan proses motor  relearning atau mempercepat proses pembelajaran kembali  dengan proses neuroplastisitas otak karena  sistem  Virtual Reality  mampu  mendeskripsikan sebuah keadaan atau obyek dimana visualisasi yang ditampilkan tidak hanya dapat dilihat dari satu sudut pandang saja namun dapat dilihat dari segala sudut, dikarenakan Virtual Reality yang memiliki 3 dimensi visual sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang memberikan efek lebih nyata terhadap suatu objek yang kita lihat, dengar dan rasakan. Disamping itu, pengalaman  sensorik  yang  diberikan  oleh  virtual  reality dapat menyebabkan reaksi langsung dari otak, atau memori pengalaman dapat disimpan di otak untuk reaksi dalam hari, minggu, atau tahun dan akan menentukan reaksi tubuh dimasa yang akan datang.

Terapi dengan dibantu oleh teknologi virtual reality juga memiliki nilai rekreasi pada pasien pasca stroke karena virtual reality memberikan objek secara lebih nyata dan interaktif seperti bermain game sehingga dapat menambah minat dan motivasi serta menghindari kejenuhan saat melakukan terapi.

Penggunaan Teknologi Virtual Reality sebagai modalitas penanganan pada Pasien Pasca Stroke adalah merupakan suatu refleksi dalam Nawacita Presiden yang dinyatakan pada butir kelima. Adapun yang dimaksudkan yakni program ‘kesejahteraan rakyat dengan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia’. Butir ini sekaligus menunjukkan bahwa Pemerintah memiliki komitmen dalam upaya untuk mencapai suatu kesejahteraan, maka dari itu pemerintah mengembangkan 4 program utama yang diantaranya adalah Indonesia Sehat dan Indonesia Sejahtera.

“kesejahteraan rakyat dengan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”

Mengingat bahwa kesehatan dan kesejahteraan merupakan salah satu dari prioritas utama bagi Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia berkualitas, maka salah satu action dari program tersebut adalah perlunya penguasaan dan pemanfaatan IPTEK serta pengenalan penggunaan teknologi untuk menjangkau masyarakat yang kurang mampu agar penyaluran program dapat lebih baik dan efisien. Adapun hubungannya dengan yang dimaksudkan refleksi ialah melalui penelitian dan pengembangan serta penerapan teknologi dalam bidang kesehatan. Oleh sebab itu dengan inovasi penggunaan teknologi Virtual Reality pada Pasien Pasca Stroke diharapkan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal, efektif, optimal dan  dapat dijangkau masyarakat yang kurang mampu serta berpengaruh pada derajat kesehatan masyarakat. Sehingga dengan Derajat kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan terkontrol dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca stroke. (NC)

Penulis: Ilham Fatria, Mahasiswa Fisioterapi, Universitas Esa Unggul

BAGIKAN

Komentar