Pembagian Sembako di Monas Mengandung Unsur Politik

424

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Solidaritas untuk Pergerakan Aktivis Indonesia (Suropati)  Aditya Iskandar mendesak aparat menelusuri pembagian sembako di Monas yang mengakibatkan dua orang meninggal, Sabtu (28/4).

“Mereka meninggal lantaran berdesakan mengantre untuk mendapatkan sembako. Diduga kuat, acara bagi-bagi sembako tersebut dikemas dalam acara Festival Kebudayaan untuk kepentingan berbau politik jelang Pilpres 2019,” jelas Aditya dilansir Rilis.id.

Diketahui, kedua korban tersebut bernama Mahesa Junaedi (12) dan M Rizky Saputra (10). Sebelum meninggal, keduanya dilarikan ke rumah sakit. Diduga korban kehabisan oksigen.

Aditya mengatakan, kegiatan dengan tema Forum Untukmu Indonesia diketuai Dave Revano. Ia merupakan tim sukses Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Selain itu, Dave merupakan ketua fasilitator Forum Relawan Jokowi (ForJokowi).

“Kami sangat prihatin dan memprotes keras atas kejadian Festival Budaya di Monas yang telah memakan korban jiwa akibat keteledoran panitia. Banyak kesalahan dan pelanggaran aturan dalam acara tersebut yang diduga ada motif politik jelang Pilpres 2019,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, Aditya menilai telah melanggar hukum karena memakai logo Pemprov DKI tanpa izin, dan bukan acara resmi Pemprov DKI.

“Hal ini jelas melanggar Perda dan hukum pidana,” tegas Aditya.

Aditya juga mengungkapkan, bahwa bagi-bagi sembako tidak disepakati oleh Pemprov DKI.

“Ini dapat dilihat bila merujuk pada fungsi dan penggunaan Monas sebagai fasilitas umum. Kebersihan taman, prasarana dan kegiatan di sekeliling area Monas yang seharusnya menjadi tanggungjawab panitia penyelenggara acara bagi-bagi sembako juga dilanggar,” katanya.

Selain itu, Ia pun akan melaporkan kasus tersebut ke aparat berwajib.

“Kami akan membawa kasus ini ke Komnas HAM dan pihak kepolisian untuk menginvestigasi secara mendalam atas ‘Tragedi Bagi-bagi Sembako Monas’ sehingga dapat terkuak maksud dan tujuan bagi-bagi sembako serta para pihak yang harus bertanggungjawab,” pungkas Aditya. (RR)

Komentar