Pemanggilan Gubernur Anies Sarat Muatan Politik

78

Fokusutama.com – Abdi Rakyat menyayangkan sikap Kepolisian Republik Indonesia yang memanggil untuk klarifikasi kepada Gubernur DKI Jakarta dengan dalih pelanggaran UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang menghadiri pernikahan Anak dari Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Padahal Pak Gubernur tidak hadir dalam acara tersebut,” kata Sekjend Abdi Rakyat Aji, dalam keterengan tertulisnya, Selasa (17/11/2020).

Ia menerangkan, jika kepolisian mau adil dan tidak tebang pilih dalam penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) seharusnya kepolisian juga turut memanggil Gubernur Banten dan Gubernur Jabar kenapa. “Karena wilayah Banten dan Jabar menjadi tempat dimana penyambutan kedatangan HRS di bandara dan saat peringatan Maulid Nabi SAW di Megamendung Jawa Barat,” jelasnya.

Dan yang kedua, Aji juga mengatakan seharusnya kepolisian juga bertindak memanggil dan mengklarifikasi kepala daerah atau Gubernur atau mencopot Kapolda nya saat terjadinya perhelatan proses kampanye dalam Pilkada serentak 2020 yang sekarang masih berlangsung.

“Jelas-jelas terjadi kerumunan massa contoh yang terjadi di beberapa tempat yaitu di Solo, Medan, Surabaya dll tapi ini kan tidak dilakukan oleh kepolisian,” lanjutnya.

Aji mengatakan, sebenarnya kalau kita lihat di berbagai media bahwa Gubernur Anies Baswedan melalui Walikota Jakarta Pusat sudah melakukan langkah proaktif, Pemprov DKI dalam menegakan peraturan Prokes dengan memberikan surat himbauan dan denda yang diterapkan oleh Walikota Jakarta Pusat.

Dengan memanggil Gubernur DKI Jakarta terkesan bermotif politik daripada menegakkan aturan terkait Protokol Kesehatan, ada yang mau dikorbankan dalam kejadian ini. Seharusnya dari awal pihak kepolisian proaktif tegas melarang dari awal terkait proses penjemputan hingga terjadi kerumunan massa di beberapa acara tempat yang di hadiri oleh HRS , seperti ada pembiaran dan kita bisa lihat banyak aparat Polri dan TNI yang mengawal saat penjemputan HRS di bandara.

“Kejadian ini jangan sampai membuat kepercayaan masyarakat menurun karena memandang pihak kepolisian hanya dijadikan alat kekuasaan yang bertindak karena pesanan atau tebang pilih, Kita harus sama-sama ikut menjaga marwah kepolisian agar jangan sampai terkesan ikut-ikutan bermain politik dan masyarakat juga benar-benar merasakan keadilan yang nyata dan merasa diayomi,” pungkas pria yang juga mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan akrab di panggil Aji. (Nofa Ksatria)

BAGIKAN

Komentar