PB HMI Mandul, Badko HMI Jabodetabeka Banten Gelar Aksi Pasca Pemilu

702
Hendra Purwanto, Ketum Badko HMI Jabodetabeka Banten

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka-Banten menggelar aksi ‘Pasca Pemilu 2019’ untuk menyuarakan keadilan demokrasi, di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada Rabu (22/5). Selain itu, Ia juga mengaku kecewa terhadap Pengurus Besar (PB HMI) karena tidak turun aksi.

Ketua Umum Badko HMI Jabdetabeka-Banten Hendra Purwanto mengatakan, aksi ini sebagai bentuk keresahan kader HMI se-Indonesia, karena PB HMI, Arya Kharisma maupun Saddam Aljihad tidak memberikan kepastian turun aksi.

“Kami kader HMI tidak bisa tinggal diam melihat kondisi negara yang sedang genting,” kata Hendra.

Untuk di internal PB HMI, Hendra menyesalkan karena tidak ada intruksi dari PB terkait hal ini. Sementara sudah banyak korban berjatuhan mulai dari pemilu hingga aksi hari ini.

“Kami kecewa karena PB HMI sudah buta terhadap kondisi bangsa dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada siang hingga malam hari ini (22/5), Badko HMI Jabdetabeka-Banten menggelar aksinya karena Pemilu serentak 2019 banyak memakan korban jiwa. “Berdasarkan data yang kami dapat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terdapat 527 orang yang meninggal dan 11.293 orang mengalami sakit. Apakah penyebab misterius kematian mereka? Oleh karena itu kami meminta agar pemerintah membentuk TIM untuk meyelediki penyebab kematian dan sakitnya (KPPS) tersebut sebagai bentuk kemanusian bersama,” katanya saat dihubungi Fokusutama.com, Rabu (22/5).

Ia juga menegaskan untuk diadakannya rekonsiliasi guna menjaga kondusifitas negara. “Para Tim Sukses 01 dan 02 harus menunjukkan sikap sebagai seorang Negarawan, serta membangun konsolidasi rekonsialiasi nasional,” tegasnya. (TR)

Komentar