Pasca Bentrokan, Malam Imlek di Medan Berlangsung Sepi

1330
Ilustrasi

FOKUSUTAMA.COM – ‎Perayaan malam tahun baru Imlek biasanya sangat identik dengan kemeriahan dan keramaian. Namun hal itu ternyata tidak selamaya dapat terjadi. Di Medan misalnya, pada tahun tahun 2016 ini, malam pergantian tahun baru imlek di Ibu Kota Sumut tersebut dilalui tak sesemarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun lalu perayaan malam Imlek di Medan diramaikan oleh warna-warni kembang api, serta beragam perayaan lainnya, pada tahun ini, momen-momen itu nyaris tak terlihat.

Tak hanya itu, sejumlah vihara yang pada tahun lalu dipenuhi umat Budha guna melaksanakan ibadah pergantian tahun, bahkan terlihat cukup sepi. Salah satunya seperti yang terjadi di Vihara Setiabudi, Jalan Irian Barat, Kecamatan Medan Timur.

“Iya memang jauh lebih sepi. Biasanya mulai dari jam 10 malam orang sudah mulai padat, dan puncaknya pada detik-detik pergantian tahun. Biasanya bisa desak-desakan. Tapi ini sudah hampir detik-detik pergantian tahun, masih sepi. Mungkin karena hujan sejak jam 8 malam tadi. Tapi mungkin karena hal lain. Kita enggak tahu juga,” ujar Fajar, salah seorang petugas keamanan di Vihara Setiabudi Medan, Senin (8/2).

Selain karena guyuran hujan, tak semaraknya malam perayaan Imlek pada tahun ini, disinyalir terjadi karena kondisi Kota Medan yang kurang kondusif sejak pemberlakuan siaga satu di Medan, pascabentrokan antara dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) kepemudaan sepekan lalu.

“Tahun ini memang kita tidak menggelar perayaan yang terlalu ‎besar. Kondisi sedang tidak kondusif,” ujar Indra, pengelola Vihara Setiabudi Medan.

Hal itu sangat tercermin jelas lantaran perayaan Imlek pada tahun ini pun mendapatkan pengawalan ekstra ketat. Terlihat petugas kepolisian melakukan penjagaan khusus di vihara-vihara, dan berpatroli ke sejumlah lokasi-lokasi pemukiman yang didominasi warga etnis tionghoa yang merayakan Imlek. (NE)

SUMBEROkezone
BAGIKAN

Komentar