Oso: Penegakan Hukum Berdiri Berdasarkan UU dan Hukum itu Sendiri

10
Oesman Sapta Odang

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (IKAFH UNDIP) gelar kegiatan Seminar Ekonomi Pancasila, pada Rabu (6/12), di Cisarua, Bogor. Acara itu dibuka oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (Oso).

PENEGAKAN hukum harus tegak sesuai dengan hukum itu sendiri. Hukum tidak mengenal pangkat, warna kulit, asal usul dan agama.

Saat membuka acara, Oso menyampaikan, hukum harus tegak sesuai dengan hukum itu sendiri. Hukum tidak mengenal pangkat, warna kulit, asal usul dan agama.

“Hukum tidak mengenal pangkat, hukum tidak mengenal asal usul, hukum tidak warna kulit, hukum tidak mempersoalkan agama, penegakan hukum landasannya ada undang-undang tentang hukum itu sendiri,” katanya.

Oso menilai, hukum di Indonesia mengalami permasalahan yang serius. Pasalnya, beberapa para penegak hukum dinilai tidak mengerti hukum.

“Kesalahan yang terjadi di Republik ini terhadap hukum karena ada yang pantes duduk di tempat hukum yang bener tidak duduk disitu. Justru orang yang gak mengerti hukum duduk disitu. Ini lah problem kita, karena nilainya politis bukan profesional,” terangnya.

Dalam hal ini, Oso mengingatkan agar lulusan UNDIP tidak terlalu cepat mengambil status yang tinggi.

“Tidak cepat-cepat mengambil status-status yang tinggi tapi gunakan exprience tentang hukum yang dalam,” kata Oso.

Oso memandang permasalahan hukum di Indonesia saat ini sedang kompleks.

“Problema kita saat ini menghadapi permasalahan hukum yang banyak sekali, sedangkan hukum yang ada masih menggunakan hukum yang dibangun oleh belanda, jadi memang harus ada peremajaan hukum dan penegakan hukum harus dilakukan”, pungkas Oso. (NC)

Komentar