FOKUSUTAMA.COM – Kegemilangan Barcelona dalam kancah sepak bola dunia memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, team seperti Barcelona tak luput dari sisi gelap. Kerap kali Barcelona teribat kasus hukum penggelapan pajak.

Setelah kasus Lionel Messi dan Javier Mascherano, terbaru nama Neymar kembali naik ke permukaan setelah transfernya dari Santos pada 2013 bermasalah.

Neymar dan ayahnya dituduh jaksa penuntut Brasil dengan tuntutan memalsukan dokumen untuk menghindari pajak saat bermain untuk Santos dan perpindahannya ke Barcelona.

“Mereka (Neymar dan ayahnya) memalsukan beberapa dokumen antara 2006 dan 2013 dengan niatan untuk mengurangi pajak yang dimiliki oleh pendapatan negara di Brasil. Neymar bertanggung jawab dan bersama yang lain yang juga tertuduh, menyebabkan hilangnya ratusan juta uang simpanan publik,” bunyi pernyataan dari jaksa penuntut di Mirror, Rabu (3/2).

Jaksa penuntut juga menyebutkan dua mantan presiden Barcelona, Alexandre Rosell Feliu dan Josep Maria Bartomeu Floresta serta tiga perusahaan terlibat dalam penggelapan penyerang berusia 23 tahun. Tiga perusahaan itu adalah Neymar Sport e Marketing, N&N Consultoria Esportiva e Empresarial N&N Administracao de Bens, dan Participacoes e Investimentos.

“Di antara 2006 dan 2013, ayah Neymar merupakan mentor utama dan dalang di balik seri penggelapan pajak yang melibatkan hak publikasi Neymar, terutamanya melalui Neymar Sport e Marketing,” imbuh pernyataan dari jaksa penuntut.

Pada Selasa (waktu Spanyol) Neymar dan ayahnya telah datang dan memberi kesaksian di depan hakim Spanyol mengenai isu penggelapan pajak tersebut, terutamanya terkait transfernya ke Negeri Matador. (GAM)

BAGIKAN

Komentar