Muslim Cyber Army (MCA) Mempunyai Sifat Provokatif dan Berita Bohong

204

Jakarta, FOKUSUTAMA.COM – Brigadir Jenderal Poliisi Fadil Imran yang juga sebagai direktur tindak pidana siber bareskim polri mengatakan bahwa penyebaran berita hoaks atau bohong yang dilakukan oleh Muslim Cyber Army (MCA) ini sering menggunakan konten-konten provokatif dan memiliki beberapa kriteria berita yang akan disebar.

“Mereka juga unggah konten (berbau) SARA, selalu posting SARA. Sifat dari postingan mereka bersifat provokatif dan berita bohong”

Berita yang dimunculkan oleh MCA ini biasanya menyerang kelompok, pemerintahan, tokoh, serta yang lainnya dengan uajaran kebencian.

“Mereka juga unggah konten (berbau) SARA, selalu posting SARA. Sifat dari postingan mereka bersifat provokatif dan berita bohong” kata Fadil Imran (28/02) di Kantor Dittipid Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Penyebaran berita bohong tersebut dilakukan di berbagai media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook. Kemudian dari kasus tersebut polisi hingga saat ini masih mendalami dari motif penyebaran berita bohong atau hoaks tersebut. “Sedang kami dalami, pasti ada targetnya, seperti isu penculikan ulama, PKI, azan, dan sebagainya,” ucapnya.

Polisi pun berhasil membongkar sindikat penyebar berita hoaks yang dilakukan di beberapa media sosial yang tergabung ke dalam MCA, ada enam orang yang merupakan anggota inti dalam penyebaran isu-isu provokatif dan baru saja ditangkap. Tim tersebut terdiri atas Muhammad Luth, 40 tahun, Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Ronny Sutrisno (40), dan Tara Arsih Wijayani (40).

Dari keterangan bahwa mereka terkena pasal Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal Juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 33 UU ITE. (TYL)

BAGIKAN

Komentar