Mulai Sekarang, Beli Kondom Harus Pakai KTP

2967
Ilustrasi

FOKUSUTAMA.COM – Maraknya perilaku seks bebas yang didukung oleh mudahnya akses mendapatkan berbagai alat kontrasepsi di tengah-tengah masyarakat kini membuat BKKBN semakin resah. Pasalnya, beberapa alat penunda kehamilan seperti kondom yang seharusnya digunakan oleh pasangan yang sah justru disalahgunakan untuk berbuat maksiat.

Oleh karena itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Nofrijal, menegaskan pihaknya akan meminta para distributor kondom untuk mendata siapapun yang membeli kondom dengan cara harus menunjukkan KTP saat transaksi pembelian. Dengan begitu, akan diketahui siapa yang membeli, umurnya berapa, serta sudah menikah atau belum. Dengan begitu pendistribusian pun akan menjadi jelas.

“Saya miris kalau fungsi alat kontrasepsi disalahgunakan untuk berbuat asusila,” katanya kepada Singgalang di sela-sela acara Musda II koalisi Indonesia untuk kependudukan dan Pembangunan (koalisi kependudukan) Sumbar di Hotel Ibis Padang, Jumat (4/3/2016).

Tak hanya itu, Ia pun mendukung jika Pemda setempat berani mengeluarkan aturan bahwa penjual kondom harus diatur, atau dnegan kata lain tidak bebas untuk semua orang.

“Saya mendukung jika Pemda setempat membuat Perda agar penjual kondom tidak bebas untuk semua orang,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini, mendapatkan kondom bukanlah suatu perkara sulit. Hampir semua apotik bahkan minimarket menjual kondom dan bisa dibeli oleh siapa saja. Parahnya lagi, kondom juga didistribusikan oleh LSM tertentu, untuk alasan mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS. Dalam mendistribusikan kondom, mereka tak pandang bulu, walau pada pasangan yang tak sah sekalipun. (NE)

Komentar