Menteri BUMN Belum Tahu Soal Penangkapan Tentara dan Pekerja China di Halim

828
Ilustrasi

FOKUSUTAMA.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku belum mengetahui secara pasti terkait kabar penangkapan tujuh orang pekerja proyek pembangunan LRT yang kedapatan melakukan pengeboran tanpa izin di kawasan militer Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Wah, saya belum dapat kabar tuh. Saya akan cari tahu,” ujar Rini saat dikonfirmasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama Wieko Syofyan mengatakan, penangkapan dilakukan Rabu 27 April 2016 pagi di Kawasan Lanud Halim. Dari informasi yang didapat TNI AU, 5 orang WN Tiongkok tersebut adalah karyawan PT Geo Central Mining (PT GCM) yang tak lain adalah perusahaan rekanan PT WIKA. Sementara dua orang lai adalah WNI yang berkerja di Wika.

Untuk itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan akan terus mencari tujuh pegawai PT Wijaya Karya (Wika) yang ditangkap pihak TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma lantaran nekat menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dengan tanpa izin.

Sebagaimana diketahui, PT Wika (Persero) hingga saat ini masih melakukan pendalaman mengenai informasi ditangkapnya beberapa pegawai yang tengah bekerja di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Kami saat ini masih melakukan identifikasi dan investigasi,” kata Corporate Secretary PT Wika (Persero) Suradi seperti dilansir Okezone, Rabu (27/04/2016)

Anehnya, pihak Wika justru melempar segala macam pertanyaan tentang insiden ini ke pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). (NE)

Komentar