Menteri Agama: Tindakan Korupsi Karena Kurang Pemahaman Agama

43
Lukman Hakim Saifuddin

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Maraknya tindakan korupsi yang melibatkan pejabat dan masyarakat sipil menimbulkan banyak pertanyaan. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, seharusnya momen Ramadhan dimaknai setap orang untuk menahan hawa nafsu, apalagi tindakan korupsi.

Oleh sebab itu, Ia meminta agar tidak melabelkan tindakan korupsi dengan tingkat religius seseorang. Ia melihat perbuatan itu dilakukan karena minimnya seseorang dalam memaknai ajaran agama yang dianut.

“Tentu cara kita memaknainya, bagaimana pun juga tentu yang melakukan kesalahan jauh lebih sedikit daripada yang tidak,” ujar Menteri Agama, dalam diskusi di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Kamis (8/6).

Lukman mengatakan, seseorang harus belajar menjiwai sifat ketuhanan. “Itu yang dilatih kepada kita. Tuhan itu maha tidak butuh atau ghoni (kaya). Lawan katanya fakir. Fakir harus butuh sesuatu ada rasa kurang sehingga orang tergerak untuk korupsi,” terangnya.

Ia menambahkan, sikap qana’ah harus ditanamkan dalam diri manusia. Qana’ah bisa diartikan sebagai sikap merasa cukup atas apa yang ia kerjakan. “Sehingga hanya menikmati hak kita sendiri tanpa mengurangi hak orang lain,” kata Lukman. (NC)

Komentar