Maret, Jadi Penentu Harga BBM Naik atau Turun

11758
ILUSTRASI

FOKUSUTAMA.COM-Direktur Pembinaan Program Migas Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Cahyano Adi mengatakan pemerintah dan DPR sepakat untuk melakukan evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap tiga bulan sekali. Meskipun harga minyak dunia tengah anjlok, pemerintah tak bisa langsung mengevaluasi harga BBM, lantaran kesepakatan tersebut tak bisa dilanggar.

Pemerintah, kata Agus, baru bisa menetapkan harga BBM pada Maret 2016. “Untuk harga BBM pemerintah telah melakukan metode evaluasi, dulu setiap bulan, tapi sekarang kita tetapkan tiga bulan. Kapan harga (BBM) turunnya akan kita evaluasi pada Maret sehingga bisa ditetapkan pada tanggal 1 April 2016,” ujar Agus dalam diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (14/2).

Hal ini sesuai dengan metode evaluasi yang dilakukan Kementerian ESDM mengenai harga BBM yang disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Kita menetapkan harga BBM dari minyak produk di pasar, kita hitung berapa nilai tukar, dan distribusi. Di kita selain ada biaya pokok tapi ada pajak. Untuk distribusi kita hitung di seluruh wilayah. Itu yang membedakan BBM kita dengan yang lain,” kata dia.

Untuk menentukan harga BBM, pemerintah tidak melihat proyeksi, melainkan melihat perkembangan di tiga bulan ke belakang. Karena perubahan harga BBM ini bukan hanya mempengaruhi harga minyak di sektor hilir, tapi juga mempengaruhi harga migas di sektor hulu. (AK)

BAGIKAN

Komentar