Manuver Diplomat Cantik Indonesia Bantah Pernyataan 6 Kepala Negara

4515

NEW YORK, FOKUSUTAMA.COM – Ada yang menarik dalam Sidang Umum Tahunan PBB ke-71 yang berlangsung panas di New York, Amerika Serikat. Sidang dengan tema Sustainable Development Goals (SDGs) itu dihadiri berbagai kepala negara dan diplomat seluruh dunia, termasuk Indonesia yang menurunkan diplomat junior cantik, Nara Masista Rakhmatia (34).

Nara, dalam sidang itu dengan tegas membalas pidato para pimpinan negara Pasifik. Wanita itu mewakili Indonesia menggunakan hak jawab terhadap pernyataan yang diajukan oleh Presiden Nauru, Presiden Kepulauan Marshall dan 4 perdana menteri negara-negara Pasifik dalam sidang umum PBB yang menyangkut pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

“Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka. Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia,” ujar Nara. “Dan sebagai kesimpulan pimpinan, ada pepatah di kawasan Asia Pasifik, ketika seseorang menunjukkan jari telunjukkan pada yang lain, jari jempolnya secara otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri,” tegasnya di akhir pemaparan.

Pemimpin enam negara di Pasifik, yang terdiri atas Presiden Nauru, Presiden Kepulauan Marshall, PM Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga, menyerukan kemerdekaan Papua karena Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Papua dan Papua Barat.

Pernyataan itu dibalas Nara sebagai bentuk politik, di mana mereka dianggap tidak mengerti pesoalan Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Pernyataan enam kepala negara itu didesain untuk mendukung kelompok separatis yang selalu berusaha menciptakan rasa tidak aman dan menyebarkan teror di Papua. Sebagaimana diketahui Indonesia berusaha membendung internasionalisasi masalah Papua, sementara itu perbaikan kualitas hidup di Papua terus dilakukan pemerintahan sekarang.

“Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka. Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia,” ujar Nara. “Dan sebagai kesimpulan pimpinan, ada pepatah di kawasan Asia Pasifik, ketika seseorang menunjukkan jari telunjukkan pada yang lain, jari jempolnya secara otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri,” tegasnya di akhir pemaparan.

Diplomat junior itu merupakan jebolan Sekolah Departemen Luar Negeri dan Hubungan Internasional FISIP UI. Ketika diterima menjadi PNS di Kemlu, Nara ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Kemlu lalu menunjuk Nara, yang berkuliah magister di Universitas St Andrews Inggris, menjadi juru bicara Indonesia dalam Sidang Umum Tahunan PBB. (zz)

Komentar