KTT Peringatan ASEAN, Jokowi Bawakan Konsep Pengembangan Indo-Pasifik

403

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Presiden Joko Widodo mengidamkan Indo – Pasifik dikembangkan dengan konsep terbuka, transparan dan inklusif berlandaskan pada habif of dialogue. Pengembangannya harus didasari oleh keinginan untuk bekerjasama dan menjunjung tinggi hukum Internasional.

“Indo – Pasifik dikembangkan dengan konsep terbuka, transparan dan inklusif berlandaskan pada habif of dialogue”

Jokowi mengatakan, Indo – Pasifik harus memiliki konsep yang dapat dikembangkan secara alami berdasarkan Treaty of Amity and Cooperation of ASEAN di mana semua negara kunci harus menjadi pihak dari treaty (perjanjian).

“Saya percaya melalui ASEAN-lead mechanism dan melalui kemitraan ASEAN – India kawasan Indo – Pasifik yang damai, stabil dan sejahtera dapat tercapai,” ucapnya.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Jokowi dalam acara KTT Peringatan ASEAN – India pada sesi Retreat Perdana Menteri India dengan Kepala Negara/ Kepala Pemerintahan ASEAN di Rasthrapati Bhawan, Kamis (25/1).

Selanjutnya beliau juga mengungkapkan bahwa, “Saya ingin menggunakan kesempatan untuk menyampaikan penghargaan atas dukungan India terhadap sentralitas ASEAN. Saya optimistis, ASEAN dan India dapat menjadi tulang punggung kerja sama Indo – Pasifik,” tuturnya.

“Dengan penguatan building blocks akan tercipta pula kawasan Indo – Pasifik yang menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan dan industri dunia,” jelas Jokowi.

Hal tersebut dapat menambah penguatan mekanisme kawasan seperti IORA di Samudra Hindia melalui kerjasama bilateral dan pluri-lateral seperti ASEAN-India.

Jokowi pun memfokuskan penilaiannya dalam pengembangan arsitektur kawasan Indo – Pasifik akan menjadi Kunci utama. Negara Indonesia sangat komitmen meningkatkan kerja sama maritim melalui IORA maupun EAS.

Dengan konsep seperti ini, lanjut Presiden, maka akan dapat dihindari rivalitas yang tidak sehat yang dapat menimbulkan power projection. (TYL)

Komentar