KPK Diminta Usut Tuntas Penyandang Dana Kasus Cek Pelawat

47
Arief Wicaksana, Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jabodetabeka-Banten

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka-Banten menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kembali kasus cek pelawat yang hingga kini belum tuntas. Terlebih, KPK diminta mengungkap para penyandang dana dalam kasus cek pelawat.

“Kami meyakini KPK merupakan lembaga negara independen yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasan manapun,” ucap Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Arief Wicaksana di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/5).

Dalam rilis diterangkan, Miranda Goeltom terlibat kasus penyuapan terhadap belasan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dengan 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar melalui Nunun Nurbaeti yang sempat buron sebelum dipidana.

Arief mengatakan, Kasus yang banyak menyeret para pejabat itu dinilai kurang menyentuh jika KPK tidak mampu menelusuri para penyandang dana kasus cek pelawat tersebut.

“Karena penyandang dana alias bandar suap kasus tersebut masih belum diusut,” jelasnya.

Diketahui, Miranda merupakan terpidana terakhir kaasus suap cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Miranda ditahan sejak 1 Juni 2012, dan diputus bersalah dengan kekuatan hukum tetap oleh MA pada tangal 25 April 2013 dengan pidana penjara selama 3 tahun. (TN)

Komentar