Kontroversi RUU HIP, MPO Mapancas: Pancasila itu Khas dan Unik

99

Banten,- Ketua Majelis Pengabdian Organisasi (MPO) Mapancas Bambang WG mengatakan, Pancasila menjadi sesuatu yang khas karena berasal dari adat-istiadat, budaya, agama bangsa. Artinya, Pancasila merupakan hasil dari rakyat Indonesia sendiri.

“Jika RUU HIP disahkan maka nilai Pancasila akan turun, dan bukan lagi menjadi kaidah fundamental,” tegasnya, saat menyampaikan pemaparan Diskusi Online tentang Ada Apa di Balik Pembahasan RUU HIP, Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Tangerang Selatan, Selasa (14/07/2020).

Ia juga menyampaikan, Pancasila merupakan hasil kesepakatan dari para pendiri bangsa. Maka dari itu, Pancasila sumber dari segala hukum di Indonesia dan sifatnya mengikat serta memaksa masyarakatnya.

“Mapancas memberikan pandangan bahwa Pancasila sudah menjadi hal fundamental dan tak perlu lagi di ubah-ubah,” ujarnya.

Maraknya polemik RUU HIP, Akademisi Lukman Hakim mengatakan, hal itu menjadi kontroversi karena dua hal yakni, tidak merujuk pada TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, dan adanya konsep trisila dan ekasila dalam salah satu pasal di RUU HIP.

“Perlu diketahui mengapa RUU HIP menjadi kontroversi karena di dalamnya tidak merujuk TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966. Lalu adanya konsep trisila dan ekasila dalam salah satu pasal di RUU HIP,” katanya.

Pada diskusi itu, Lukman menjelaskan, Pancasila bukanlah perangkat teknis ataupun perangkat operasional, tetapi Pancasila merupakan ideologi yang mencakup semua sumber panduan bermasyarakat.

“Pancasila merupakan ideologi terbuka, jadi kita harus membiarkan Pancasila dipahami sesuai konteks zamannya dan pengalaman individu masing-masing,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mapancas Medi Sumaedi menegaskan, nilai Pancasila harus dimplementasikan bukan hanya diperdebatkan. Dengan ideologi pancasila bangsa Indonesisa bisa bersatu hinga kini.

“RUU HIP harus dikaji ulang. Kami juga akan mengawal RUU HIP agar tidak merugikan masyarakat,” kata Medi.

Di akhir diskusi itu, Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangsel Saefuddin mengatakan, RUU HIP akan menurunkan marwah Pancasila itu sendiri. “Pancasila tidak perlu lagi ditafsirkan menjadi lebih spefisik,” tutupnya.

Seperti diketahui, dalam diskusi tersebut dihadiri juga oleh H.Pilar Saga Ichsan selaku Bendahara Umum DPP Mapancas sekaligus Ketua Panitia Munas Mapancas. Diskusi yang diadakan Mapancas Kota Tangsel sangat menolak RUU HIP. Diskusi yang diadakan itu bertujuan untuk memberikan solusi dan implementasi atas permasalahan yang terjadi pada RUU HIP. (NF)

BAGIKAN

Komentar