Kinerja Buruk, SBSI Tuntut Menaker Mundur

103
Ilustrasi

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Pada 1 Mei mendatang, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) akan gelar aksi di Tanjung Priok, Jakarta Pusat. Mereka akan menuntut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri lengser.

“Instruksikan untuk ada May Day dan kami estimasi ada di pelabuhan Tanjung Priok pintu 9 karena disitu sangat serius masalah yang diomongin sekarang PP 78 dan TKA dan kita akan disitu ber-May Day,” jelas Ketum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Muchtar Pakpahan, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).

Muchtar juga menuntut agar Peraturan Presiden Nomor (Perpres) 20/ 2018 terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) dihapus.

“Kalau mau hubungan industrial mau tenang, copot Hanif Dhakiri karena dia lebih banyak memelihara perselisihan serikat buruh dan mengadu domba serikat buruh,” ungkap Muchtar.

Selain itu, Ia menilai kinerja Hanif buruk. Selama menjabat hanya mementingkan pencitraan.

“Kebetulan ketenagakerjaan kita semakin rumit, Presiden mengangkat menteri yang tidak paham ketenagakerjaan, dan setelah setahun dia diangkat hampir minggu memanjat ke PJTKI tapi tidak melakukan apa-apa. Kalau dia mengerti ketenagakerjaan tidak perlu memanjat, pengawasan harus begini,” katanya.

“Karena Presiden kita terkenal blusukan lalu pak Hanif Dakiri ikut-ikutan blusukan, manjat di PJTKI, itu yang pertama. karena kehadiran Hanif Daliri sebagi Menaker itu menambah beban Presiden Jokowi, itu catatan kita,” tambah Muchtar.

Untuk aksi 1 Mei, Muchtar mengatakan, akan ada 2.000 buruh yang menggelar aksi di pintu 9 pelabuhan Tanjung Priok.

“Kalau kami di pelabuhan itu sekitar 2.000. Yang lain ada sekitar 20.000 di depan istana. Ada yang ke DPR mungkin sekitar 5.000. Ini kan perdebatan juga ngapain ke DPR, DPR libur pada tanggal 1 Mei. Presiden Juga libur kan. Jadi kita kan menyatakan ekspresinya ada dimana-mana,” pungkas Muchtar. (NC)

Komentar