Jusuf Kalla: Demokrasi Dijadikan Alat Untuk Kuasai Negara Lain

69
Jusuf Kalla

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Saat membuka Bali Democracy Forum ke-10 di Serpong, Banten, pada Kamis (7/12), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, negara-negara besar kerap menjadikan demokrasi sebagai alat untuk menguasai negara lain. Ia pun menjelaskan, bahwasannya demokrasi melukiskan prinsip keseimbangan antara kesejahteraan dan partisipasi rakyat menjadi hal yang utama.

“Bagi kami [Indonesia] demokrasi bukan lah tujuan, tapi alat untuk membawa kita mencapai tujuan tersebut. Namun, banyak negara besar yang menjadikan demokrasi sebagai agama/tujuan dan alasan untuk menyerang negara lain, yang mana kehidupan bangsa itu malah menjadi jauh lebih buruk dari sebelumnya,” ungkap JK.

JUSUF KALLA: negara-negara besar kerap menjadikan demokrasi sebagai alat untuk menguasai negara lain

Hal ini dialami di beberapa negara Timur Tengah, terlebih saat Arab Spring terjadi akhir 2010. Di mana terjadinya kondisi carut-marut hingga kudeta di beberapa negara di kawasan tersebut.

“Lihat Irak, Suriah di mana demokrasi dipaksakan, diserang oleh Amerika kemudian kehidupan negeri itu jauh lebih buruk dari sebelumnya. Lihat juga bagimana Libya hari ini. Saya kira tujuannya lebih jelek daripada yang dipikirkan,” tegas JK.

JK mengatakan, contoh di Timur Tengah harus dijadikan pelajaran bahwa demokrasi tidak bisa dipaksakan. Demokrasi harus sesuai dengan tradisi, kebiasaan, dan karakter setiap negara.

“Demokrasi itu alat yang harus disesuaikan dengan kondisi. Negara Asia Tenggara semuanya demokratis. Tapi demokrasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia tentunya masing-masing berbeda. Yang utama adalah demokrasi harus menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Itu yang terpenting,” lanjutnya. (YJ)

Komentar