Jokowi Sambut Baik Usulan HIPMI Tentang Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

201
SDP II dan Rapimnas Hipmi di Tangerang

TANGERANG, FOKUSUTAMA.COM – Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur Mufti Anam mengatakan, pemberdayaan ekonomi pesantren perlu dilakukan pemerintah.

“pemberdayaan ekonomi pesantren perlu dilakukan pemerintah”

Hal itu disampaikan Mufti pada pembukaan Sidang Dewan Pleno II dan Rapimnas Hipmi di Hotel Novotel, Tangerang. Mufti melanjutkan, dengan pemberdayaan ekonomi pesantren guna tumbuhnya spirit kewirausahaan di pesantren.

“Jadi, teknisnya dengan membentuk pesantren-pesantren yang di dalamnya incorporate melibatkan koperasi yang ada di pesantren untuk bisa terlibat langsung dalam proyek-proyek pemerintah,” katanya, Rabu (7/3).

Menurut Mufti dengan dikembangkannya ekonomi pesantren, maka akan berkurangnya isu-isu agama dan nasionalisme yang berdampak pada isu-isu hoaks di media sosial selama ini.

“Dalam hal ini HIPMI Jatim siap diajak pemerintah mewujudkan secara nyata di pesantren yang ada di Indonesia,” terangnya.

Presiden Jokowi pun menyambut baik masukan dari Hipmi.

“Tentunya di Rapimnas di sidang pleno tentunya akan merumuskan kira-kira apa sih, baru nanti melapor ke saya soal ini,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pemerintah juga sedang memberlakukan bank wakaf mikro di beberapa pondok pesantren. Satu bank wakaf mikro hanya memiliki modal Rp 6-8 miliar.

“Lingkungan pondok pesantren yang punya komunitas bisnis saya kira ini sudah lebih dari cukup. Inilah yang akan terus kita bangun di lingkungan pondok pesantren sehingga ekonomi tadi yang disampaikan Ketum HIPMI Jatim bisa tapi ini kan bukan hanya modal saja tapi bagaimana membuat ekosistem ekonomi di pondok lebih baik,” terang Jokowi. (RR)

Komentar