JK Tanggapi Kata Pribumi Dalam Pidato Anies

56
Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Kata “pribumi” yang diucapkan Anies Baswedan saat usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo menuai perbincangan. Hal ini membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi, hal yang disampaikan Anies relevan, jika sesuai dengan konteks kolonialisme.

“Kan enggak salah kalau dia mau bicara, kalau konteksnya. Kalau (Anies) katakan ‘sudah, kalian jangan kasih kesempatan (untuk non-pribumi)’, nah itu salah. Dia bicara dalam konteks sejarah,” kata Wapres JK di kantornya, Selasa (17/10).

Anies pun mengklarifikasi terkait “pribumi”, Ia mengatakan konteks kata tersebut adalah masa penjajahan.

“Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam zaman kolonial. Gini, konteksnya kan sejarah, dia menceritakan. Jadi jangan hanya cut satu kata, dalam konteks apa dia bicara,” jelas JK.

Gubernur DKI itu mengatakan, Jakarta merupakan kota yang dekat dengan penjajahan saat kolonialisme masih berkuasa. Maka konteks pribumi harus dipahami.

“Kalau kota lain itu enggak lihat Belanda dari dekat. Yang liat Belanda dari jarak dekat siapa? Orang jakarta, coba kita di pelosok Indonesia, tau ada Belanda tapi liat depan mata? Enggak. Jadi yang liat (penjajah) depan mata itu kita orang Jakarta,” jelas Anies. (NC)

Komentar