Indonesia Akan Mengalami Pertumbuhan Ekonomi

109

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Bangsa Indonesia sejauh ini masih mengalami ketimpangan dalam bidang ekonomi maupun sosial. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat pengangguran dan masih rendahnya pendidikan bagi warga negara Indonesia.

Mengingat masih rendahnya pendidikan di Indonesia, sehingga membuat warga sulit untuk bersaing antar sesama warga negara maupun asing. Selain itu ada faktor lain yakni masih minimnya perusahaan yang ada di Indonesia dan masih kurangnya kesadaran untuk membayar pajak.

Seperti yang diberitakan dalam ccnindonesia.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat berharap kepada warga negara Indonesia untuk optimis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pernyataan Jokowi tersebut seharusnya membuat warga Indonesia jiwanya terbakar untuk menghadapi tantangan MEA. Jadi, tantangan itu jangan dijadikan rasa takut akan ketidakmampuan dalam bersaing oleh negara lain.

Namun selain itu, pemerintah sempat menggulirkan wacana tentang pentingnya memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melihat hal ini, pemerintah sudah siap untuk menghadapi MEA. Sehingga masyarakat perlu untuk menyadari betapa pentingnya UMKM bagi kemandirian dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Perlu diketahui bersama bahwasannya Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang diikat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dimana setiap pulau memiliki corak kebudayaan yang berbeda satu dengan lainnya. Dari sinilah setiap individu warga negara dituntut untuk mengembangkan potensi kreatif untuk menciptakan usaha lapangan kerja.

Selain mengembangkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), pemerintah mesti menggalakkan betapa pentingnya membayar pajak. Pajak itu penting karena merupakan salah satu penghasilan negara.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa salah satu penopang pendapatan nasional yaitu berasal dari penerimaan pajak yang menyumbang sekitar 70 % dari seluruh penerimaan negara. Pajak memiliki peran yang sangat vital dalam sebuah negara, tanpa pajak kehidupan negara tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan, biaya kesehatan, subsidi bahan bakar minyak (BBM), pembayaran para pegawai negara dan pembangunan fasilitas publik semua dibiayai dari pajak. Semakin banyak pajak yang dipungut maka semakin banyak fasilitas dan infrastruktur yang dibangun.

Karena itu, pajak merupakan ujung tombak pembangunan sebuah negara. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH, pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa imbalan (kontra prestasi), yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Jika kedepannya warga bisa bersinergi antara pengembangan usaha dan sadar kewajiban membayar pajak, maka bangsa Indonesia diprediksi mampu mengalami pertumbuhan dalam sektor ekonomi. Sehingga bisa menghasilkan karya dan produk asli dalam negeri. (YJ)

Oleh: Nur Cahyono

Komentar