Hati-Hati!!! Gigitan Cinta Atau ‘Cupang’ Dapat Menyebabkan Stroke Hingga Kematian

1230
Ilustrasi

MEXICO CITY, FOKUSUTAMA.COM – Bercinta memang akan memberikan efek kesehatan tersendiri bagi para pelakunya. Hanya saja, tak selamanya bercinta akan memberikan manfaat. Di Mexico City, seorang remaja 17 tahun dikabarkan meninggal dunia usai bercinta dengan sang kekasih.

Julio Gonzales, nama remaja itu. Dicurigai penyebab Ia meregang nyawa adalah “gigitan cinta” (love bite) dari kekasihnya. Gigitan yang di Indonesia lumrah disebut dengan “Cupang” itu membekas di leher Julio dan mengakibatkan gumpalan darah yang menyebabkan dia menderita stroke fatal.

“Gigitan yang di Indonesia lumrah disebut dengan “Cupang” itu membekas dan mengakibatkan gumpalan darah yang menyebabkan Julio terkena stroke fatal.”

Sebagaimana dilansir Daily Mirror, Minggu (28/8/2016), Julio mengalami kejang-kejang saat ia duduk di meja makan dengan keluarganya, tak lama setelah Ia selesai makan malam dengan pacarnya.

Daily Mirror/Getty
Daily Mirror/Getty

Lantaran panik, keluarga pun memanggil bantuan tenaga medis yang sesaat langsung bergegas ke rumah Julio yang terletak di Iztapalapa, Mexico City. Namun sayang, upaya medis pun tak mampu menyelamatkan nyawa remaja itu.

Menurut keterangan dokter, isapan saat terjadi saat pacar Julio memberikan “Cupang” kepada Julio telah menyebabkan darah pada pembuluh yang terkena mengalami pembekuan sehingga aliran darah ke otak Juliopun tidak berjalan. Akibatnya, Julio pun menderita stroke yang akhirnya menewaskannya.

Diketahui, pacar Julio yang berusia lebih tua darinya, tepatnya berusia 24 tahun, dilaporkan telah menghilang setelah orangtua Julio menyalahkan dirinya atas kematian anak mereka.

Orangtua Julio dilaporkan telah menyetujui hubungan asmara anak mereka, meski ada perbedaan usia tujuh tahun dengan sang pacar.

Bukan Yang Pertama

Kasus Julio Gonzales bukanlah yang pertama “gigitan cinta” atau cupang menyebabkan stroke.

Daily Mirror, juga mengungkapkan bahwa seorang wanita, bernama Maori berusia 44 tahun menderita stroke ringan setelah menerima “gigitan cinta” dari pacarnya.

Kala itu, dokter pun terus berjuang untuk menemukan penyebab stroke pada Maori. Sampai akhirnya mereka melihat memar di sisi kanan lehernya. Wanita itu pun mengakui jika kekasihnya menggigit lehernya beberapa hari sebelumnya.

“Kala itu, dokter pun terus berjuang untuk menemukan penyebab stroke pada Maori. Sampai akhirnya mereka melihat memar di sisi kanan lehernya.”

Petugas medis mengatakan, gigitan dekat arteri utama telah menyebabkan gumpalan darah, dan hal itu pula yang menyebabkan aliran ke jantung wanita itu terganggu sehingga ia mengalami stroke.

Akibatnya pun fatal, wanita itu mengalami kehilangan gerak untuk lengan kirinya, dan kasus itu dilaporkan oleh New Zealand Medical Journal.

Teddy Whu, salah satu dokter yang merawat wanita itu, mengatakan, akibat “gigitan cinta” ada banyak darah yang terisap ke area yang terkena gigitan.

“Ada gumpalan darah di arteri di bawah cupang itu berada,” katanya. Sebagai informasi, stroke dapat menyebabkan berbagai tingkat kelumpuhan dan kematian. (SY)

SUMBERDaily Mirror
BAGIKAN

Komentar