Harga Minyak Dunia Turun, BPK Sentil Pertamina Turunkan Harga BBM

4053

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – PT. Pertamina menyatakan bahwa laba usaha BBM PSO mencapai 449,9 persen atau naik dibandingkan tahun 2015. Kenaikan laba ini murni karena rendahnya biaya produk seiring dengan penurunan harga Mid Oils Platts Singapore (MOPS) dan Indonesian Crude Palm (ICP) yang merupakan komponen pembentuk biaya produk.

Selain itu, realisasi ICP pada semester I tahun 2016 hanya berkisar US$36,16 per barel atau berada di bawah RKAP Pertamina sebesar US$50 per barel. Oleh sebab itu, pada semester I tahun 2016 Pertamina berhasil meraup EBITDA sebesar US$4,1 miliar dengan EBITDA margin 23,9 persen atau 128 persen dari RKAP.

Laporan keuangan Pertamina semester I 2016, menyebutkan perusahaan itu mengantongi untung dari penjualan BBM subsidi sebesar Rp8,3 triliun. Nilai yang fantastis bila dibandingkan dengan kondisi harga minyak dunia yang cenderung rendah.

Terkait untung besar yang dikantongi Pertamina, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut penurunan harga minyak dunia seharusnya juga disertai dengan turunnya harga bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi di Indonesia.

Anggota BPK, Achsanul Kosasih, menyebut seharusnya penurunan harga minyak dunia itu bisa menjadi pertimbangan Pertamina untuk menurunkan harga BBM. “Dengan harga minyak yang turun ini, memang disatu sisi, Pertamina sangat diuntungkan ya. Apalagi untungnya juga besar. Seharusnya masih bisa turun lagi untuk BBM-nya. Agar masyarakat bisa turut menikmati,” papar Kosasih, Jumat (30/9).

Laporan keuangan Pertamina semester I 2016, menyebutkan perusahaan itu mengantongi untung dari penjualan BBM subsidi sebesar Rp8,3 triliun. Nilai yang fantastis bila dibandingkan dengan kondisi harga minyak dunia yang cenderung rendah.

“Tidak sepantasnya Pertamina menangguk untung besar dari jualan BBM bersubsidi sehingga rakyat yang harus membayar mahal,” pungkasnya. (zz)

Komentar