Gus Nabil: Sasaran Utama Aksi Teror Adalah Kehancuran Mental Bangsa

345

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – PP Pagar Nusa mengecam keras aksi teror bom yang terjadi di Pos penjagaan Polda Sumatera Utara, Minggu, dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen mengatakan, sasaran utama terorisme saat menyerang pos polisi hingga menewaskan salah satu bhayangkara negara bernama Aiptu Martua Sigalingging itu adalah runtuhnya tertib sosial dan mental masyarakat. tujuannya tak lain yakni memperoleh momentum untuk mendesakkan serta memaksakan keinginan mereka.

“Jika mereka menyasar polisi, tujuannya jelas ingin merontokkan mental. Di Timur tengah, ISIS sudah berhasil melakukannya. Di Indonesia, mereka sedang mencari celah-celah yang rawan,” kata pria yang akrab disapa Gus Nabil ini sebagaimana dikutip radarbangsa.com, Minggu 25 Juni 2017.

Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa terorisme tidak dibenarkan dilakukan dengan dalih apapun. Sebagai organisasi yang tegas akan selalu membela NKRI, maka Pagar Nusa mengutuk keras aksi teror tersebut.

“Para pengacau menginginkan kehancuran. Dan Pagar Nusa tidak akan lelah berikhtiar menghadapi para pengacau. Dalam kasus semacam ini, Pagar Nusa adalah kekuatan sipil yang siap berjalan bersama mendukung polisi,” tegasnya.

Gus Nabil menambahkan, masyarakat harus lebih jernih menyikapi aksi teror itu dan tidak melihat kasus tersebut hanya akan menimpa polisi. Menurutnya ancaman terorisme adalah ancaman bagi semua. Untuk itu, Pagar Nusa pun mengajak semua pihak untuk membersamai polisi.

“Modus yang sudah terkuak, motif sudah jelas, sasaran antara sudah gamblang. Langkah strategis mestinya sudah bisa dirumuskan untuk menghalau aksi serupa terulang di kemudian hari,” imbuhnya.

Bagi Gus Nabil, penangkapan-penangkapan pelaku teror saja tidak cukup menjadi solusi. Ia berharap ada penyelesaian akar teror sehingga tidak terulang di kemudian hari.

“Pagar Nusa juga mengajak kepada semua pihak untuk tetap bersama-sama, meneguhkan tekad dan sikap, menjaga NKRI,” tukasnya. (NC,RB)

Komentar