Guna Jawab Tantangan Zaman, BPL PB HMI Gelar Training of Trainer

188

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Badan Pengelola Latihan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (BPL PB HMI) akan menggelar Training of Trainer (TOT) Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP), dengan tema “Menciptakan Instruktur NDP yang Profesional dan Mampu Mentransformasikan Gagasan KeIslaman Dalam Lingkup KeIndonesiaan”, pada 26 Mei – 2 Juni 2018, di Graha Insan Cita, Depok.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam kurun satu minggu itu bertujuan untuk mencetak instruktur NDP ditubuh HMI. Ketua Pelaksana Ahmad Fauzan Baihaqi mengatakan, jumlah kebutuhan untuk menyampaikan materi NDP tidak berbanding lurus dengan jumlah instruktur yang ada.

“Hampir dalam 18 tahun terakhir HMI mengalami kekurangan instruktur NDP. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan untuk menyampaikan materi NDP tidak berbanding lurus dengan jumlah instruktur yang ada. Jika dibiarkan hal ini akan mempengaruhi proses kaderisasi pada tingkat lanjutannya, atau dengan kata lain pendalaman materi NDP menjadi tidak maksimal. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelatihan khusus seperti ini guna mencetak para instruktur-instruktur NDP yang handal dan memiliki kemampuan yang diharapkan oleh organisasi, sebagai penyampai lidah doktrin perjuangan HMI,” kata Fauzan saat dihubungi Fokusutama.com.

Sementara itu, Ketua Umum BPL PB HMI Arif Maulana mengatakan, para instruktur harus dibekali pemahaman lebih dalam tentang ideologi organisasi yang dicita-citakan bersama.

“Selain bertujuan untuk menyiapkan instruktur-instruktur NDP baru, kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk melakukan transmisi ideologis organisasi yang sesuai degan cita-cita semula. Jika kita mencermati perkembangan diskursus keIslaman kontemporer, akan kita temui betapa wacana keIslaman menjadi semakin terpinggir, dimonopoli oleh satu dua kelompok saja,” jelas Arif.

Arif menambahkan, dinamika politik saat ini tak terlepas dari politik identitas. “Karena itu, masa kini saya sebut sebagai ‘Pertarungan pemberian makna atas Islam’,” katanya.

“Tentu disini HMI akan diuji sebagai organisasi Islam yang sejak lama telah memberikan pengaruh terhadap diskursus keIslaman di Indonesia. Oleh sebab itu, kembali memikirkan persoalan KeIndonesiaan dalam perspektif keIslaman menjadi penting untuk HMI lakukan,” pungkas Arif. (TYL)

BAGIKAN

Komentar