Gerakan Wong Cilik Bersatu: Serukan Gerakan Cuci Darah Kotor di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

337
Fajar Ardy Hidayatullah

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Ketua Gerakan Wong Cilik Bersatu (GWCB), Fajar Ardy Hidayatullah, S.Pd., menyikapi fakta persidangan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan tersangka Choel Mallarangeng yang mengungkap kesaksian tentang adanya keterlibatan Olly Dondokambey mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI sebagai salah satu penerima aliran dana proyek Hambalang serta peristiwa penyitaan barang bukti suap berupa furniture mewah senilai 2,5 Milyar dari Adhi Karya untuk Olly Dondokambey di kediamannya.

Saat dihubungi Fokusutama.com, Fajar mengatakan, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP harus berani melakukan Gerakan Cuci Darah Kotor dengan melakukan pemecatan terhadap Kader yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. Pasalnya semangat pemberantasan korupsi merupakan salah satu fokus perhatian dari Nawa Cita pemerintah kabinet kerja pimpinan Presiden Joko Widodo.

“Seharusnya Megawati Soekarnoputri berani memecat Olly Dondokambey sebagai wujud komitmen PDIP dalam hal pemberantasan korupsi kepada Wong Cilik,” kata Fajar.

Terkait munculnya nama Olly Dondokambey dalam persidangan kasus korupsi Hambalang dengan tersangka Choel Mallarangeng, PDIP sebagai rahim partai politik tempat Presiden Jokowi dilahirkan harus bisa menjadi contoh sebagai partai yang berani melakukan pemecatan terhadap kader partai yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.

“Gerakan cuci darah kotor dan memecat seluruh pengurus partai yang terindikasi terlibat korupsi seperti Olly Dondokambey demi kejayaan PDIP guna melanjutkan semangat Nawa Cita Kabinet Kerja Pimpinan Bapak Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Selain itu, menurut Fajar, hasil temuan PPATK tentang adanya aliran uang mencurigakan ke rekening Olly Dondokambey nantinya bisa juga dijadikan dasar KPK untuk menetapkan Olly sebagai tersangka baru kasus Hambalang. Mengingat pada bulan Juli 2017 pimpinan KPK menyatakan penuntasan kasus Hambalang tidak akan berhenti pada tersangka Choel Mallarangeng melainkan akan ada tersangka baru pada kasus Hambalang.

“Berdasarkan kesaksian serta penyitaan barang bukti mebel senilai 2,5 milyar dari Adhi Karya untuk Olly Dondokambey, ini bisa dijadikan alat bukti KPK untuk segera menetapkan Olly Dondokambey sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan sebagai salah satu penerima aliran dana Hambalang,” ujar Fajar.

Maka dalam hal ini, Fajar menegaskan kepada KPK untuk melakukan pemeriksaan dan mencegah agar Olly Dondokambey tidak melarikan diri.

“Meminta KPK untuk melakukan pencekalan terhadap Olly Dondokambey agar tidak lari keluar negeri,” pungkasnya.

Terkait kasus tersebut, Ketua Gerakan Wong Cilik Bersatu, berencana akan melakukan aksi unjuk rasa damai, Kamis, (2/11), di DPP PDIP dan KPK guna menyerukan Gerakan Cuci Darah Kotor ditubuh Partai Berlambang Banteng. (NC)

Komentar