Gema Desa: Dana Desa Yang Terus Meningkat Harus Diawasi

318
Ketua Umum Gema Desa, Niko Efriza (Kanan) Dr. Yusra (dua dari kanan) Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman (tiga dari kanan)

SEMARANG, FOKUSUTAMA.COM – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berulangkali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan dana desa yang telah bergulir sejak tahun 2015. Pada tahun 2015, dana desa yang dikucurkan pemerintah adalah sebesar Rp20,76 triliun atau rata-rata Rp 280,3 juta per desa. Pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp46,98 triliun, dan tahun 2017 menjadi 60 triliun. Sedangkan tahun 2018 dana desa dipastikan akan meningkat menjadi 120 triliun.

Akan tetapi, penyaluran dana desa bukannya tanpa masalah. Penyelewengan, keterlambatan, hingga ketidaktahuan aparatur desa tentang apa dan bagaimana seharusnya dana desa digunakan masih menjadi masalah utama penyaluran dana desa.

Menaggapi hal ini, Ketua Umum Gema Desa, Niko Efriza menegaskan bahwa peningkatan dana desa yang sudah  berlangsung selama tiga tahun terakhir ini harus diimbangi dengan pengawasan atau kontrol dari banyak pihak.

“Kita bersyukur dana desa terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, peningkatan dana desa itu harus dibarengi dengan kontrol dan evaluasi yang baik dari berbagai pihak ” Ujar Niko saat deklarasi Gema Desa Wilayah Jawa Tengah sekaligus FGD yang bertema “Peran Pemuda dalam Mengawal Dana Desa” di Semarang, 15/04/2017.

Niko juga menjelaskan bahwa pengawasan dana desa bukanlah serta merta tugas Kementerian Desa PDTT ataupun satgas dana desa semata.

“Masyarakat di desa terutama pemuda harus peduli, apakah selama ini dana desa yang turun untuk desanya sudah benar-benar dimanfaatkan sebagaimana mestinya atau justru diselengkan.” tambahnya.

Iamenghimbau, jika ada masyarakat desa yang mencium adanya indikasi penyelewengan dana desa untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sukirman yang juga hadir dalam acara deklarasi Gema Desa Wilayah Jawa Tengah pun mengakui bahwa potensi generasi muda untuk mengawal dana desa sangat besar. Menurutnya, hadirnya organisasi-organisasi yang fokus mengawal dana desa, mendampingi aparatur desa, serta melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat di desa seperti Gema Desa ini mutlak sangat diperlukan

“Generasi muda adalah salah satu elemen penting dalam masyarakat. Maka saya harap akan ada lebih banyak lagi pemuda yang mau ikut berkontribusi untuk mengawasi penyaluran dana desa ini” Tegas saat menghadiri acara Deklarasi Gema Desa. (NC)

Komentar