GARIS Serukan Pilkada tanpa SARA

1319

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Masa kampanye telah dimulai, para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta beserta tim, tengah memanaskan mesinnya untuk berlomba mendapatkan perhatian masyarakat demi menjadi orang nomor satu di Ibu Kota.

Akan tetapi, masa kampanye ini terkadang dinodai dengan munculnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dimainkan oleh segelintir oknum tak bertanggung jawab.

Menurut  Koordinator Gerakan Muda Jakarta Anti Sara (GARIS) “isu SARA sudah tak relevan dan sangat tidak efektif. Saat ini, masyarakat lebih suka dengan gagasan yang membuat Ibu Kota lebih maju.” tegas Asad Yusron.

“Isu SARA sudah tak relevan dan sangat tidak efektif. Saat ini, masyarakat lebih suka dengan gagasan yang membuat Ibu Kota lebih maju”

“Para paslon harusnya kemukakan dan eksplorasi apa saja yang menjadi keunggulan, visi dan misi, serta program dan prestasi yang sudah dilakukan, dijual ke publik,” tutur Asad saat dihubungi, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Menurutnya, adu gagasan dan program jauh lebih rasional dan sangat efektif merebut perhatian masyarakat dan ruang panggung opini publik daripada berselancar dengan isu SARA.

Meski isu SARA sudah tidak laku lagi, Asad tetap mengimbau warga untuk menyaring seluruh informasi yang diterima dari berbagai sumber. Pasalnya, jika ditelan mentah-mentah, banyak isu yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan dan bisa menyulut konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Masyarakat harus jernih melihat persoalan saat ini, jangan mau ditunggangi oleh kepentingan apapun apalagi sampai mengamcam persatuan dan kesatuan bangsa yang telah selama ini kita rawat dan jaga dengan baik.” tutur Asad Yusron. (YJ)

BAGIKAN

Komentar