Dukung Papua Merdeka, Ketua Partai Buruh Inggris Dinilai Tak Hormati Kedaulatan NKRI

1312
Jeremy Corbyn

FOKUSUTAMA.COM – Pernyataan blunder dari seorang tokoh publik sekaliber Ketua Partai Buruh (Labour Party) Inggris Jeremy Corbyn atas Papua dianggap telah mencederai hati rakyat Papua dan kedaulatan NKRI. Jeremy yang menyebut bahwa Papua lebih baik merdeka daripada hidup menderita bersama Indonesia dinilai sebagai pernyataan bodoh yang provokatif dan ilegal karena dapat memicu perpecahan di Negara lain yang lebih berdaulat.

Menaggapi hal ini, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Merah Putih (AMMPI) menegaskan sangat mengutuk perilaku Jeremy. Dan mereka pun mendesak Jeremy untuk meminta maaf kepada Rakyat Indonesia atas sikap dan pernyataan yang menyakitkan tentang dukungan Partainya kepada kemerdekaan Papua. Bagi mereka, itu adalah bentuk intervensi yang sangat buruk.

“Tolak intervensi kedaulatan NKRI oleh Partai Buruh Inggris. Tolak masuknya United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda dan NGO Asing ke Tanah Papua karena”, ujar Alfian Akbar balyanan, Presiden Mahasiswa Universitas Esa Unggul yang juga merupakan putra asli papua.

“MEREKA JUGA MENDESAK PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MENINDAK TEGAS SEMUA PENGGUNA SIMBOL-SIMBOL SEPARATISME SESUAI PP NO. 77 TAHUN 2007.”

Tak hanya itu, Alfian juga menegaskan jika para pemuda dan putra asli Papua meminta Pemerintah Inggris untuk segera menghentikan aktivitas ilegal mendukung gerakan insurjen di Papua dengan memfasilitasi Benny Wenda.

“Selama 5 dekade Papua berada di Indonesia, hanya penderitaan yg didapat oleh rakyat papua. Maka lebih baik Papua merdeka dari Indonesia” (Jeremy Corbyn)

“Tangkap dan cabut ijin tinggal di Oxford serta EKSTRADISI Benny Wenda kembali ke Indonesia karena sebagai buronan separatis dan menjadi dalang serta provokator kerusuhan-kerusuhan selama ini yang terjadi di Tanah Papua.” tambah Alfian.

Seperti diketahui, Jeremy Corbyn sempat mengatakan bahwa selama 5 dekade dalam pangkuan NKRI, Papua hanya mendapatkan penderitaan. Tak hanya itu, Ia bahkan secara nyata mendukung gerakan makar Benny Wenda yang diduga dilindungi oleh Pemerintah Inggris semenjak kabur dari tahanan Polda Papua di tahun 2004. (NE)

BAGIKAN

Komentar