Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Kukar: Semoga Tuhan Membukakan Mata Hati KPK

355

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Rita Widyasari. Namun Rita menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan korupsi.

“Penetapan saya sebagai tersangka terlalu terburu-buru. Saya akan sampaikan pada dunia saya tidak bersalah, saya tidak korupsi,” kata Rita, di akun media sosialnya, Rabu (4/10).

Bupati Kukar menambahkan, tudingan terkait suap izin perkebunan kelapa sawit oleh PT Sawit Golden Prima (SGP) adalah transaksi jual beli emas. Transaksi ini sudah terjadi dari tahun 2010 antara Rita dengan Hery Susanto pemilik PT SGP.

“Atas nama keadilan dan kebenaran yang semoga masih ada di negeri ini. Saya berani sumpah apapun, bahwa ini jual beli emas. Saya punya bukti,” terang Rita.

Sebelumnya, Hery Susanto alias Abun, saat diperika KPK menjelaskan tuduhan suap itu tidak benar. Pasalnya bukti transferan yang diterima Rita murni jual beli emas.

“Saya dituduh menerima uang dari Bapak Abun ini tanggal 22 Juli 2010 melalui transfer dan 5 Agustus. Saya tanda tangan izin Abun 8 Juli, seminggu pasca menjadi Bupati. Karena saya minta ditransfer, itulah saya dikatakan terima gratifikasi,” jelasnya.

Atas tuduhan tersebut, Rita berharap agar KPK bisa lebih mempertimbangkan. Karena dirinya sebagai Bupati, hanya untuk mengabdikan diri.

“Semoga Tuhan mendengarkan saya dan membukakan hati KPK. Rakyat Kukar bantu doa saya, siang malam, bahkan tidur pun aku memikirkan Kukar agar setara dengan daerah lain, dan semoga kita semua dijauhkan dari bala. Amin,” pungkasnya. (NC)

Komentar